Pemerintah Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump mengumumkan pencapaian kerangka kesepakatan damai baru dengan Iran. Kesepakatan ini bertujuan menghentikan konflik bersenjata dan membuka kembali jalur pelayaran internasional.

Pengumuman tersebut disampaikan pada Senin, 15 Juni 2026. Kesepakatan berbentuk nota kesepahaman akan menghentikan permusuhan dan membuka Selat Hormuz selama 60 hari masa negosiasi lanjutan.

>>> Harga Emas Antam Naik Rp 4.000 per Gram pada 17 Juni 2026

Dalam kesepakatan ini, AS akan menghentikan blokade pelabuhan Iran. Sementara itu, Iran mengizinkan lalu lintas kapal tanker melintasi Selat Hormuz.

Program Nuklir Iran Hancur

Wakil Presiden AS JD Vance menyatakan bahwa program nuklir Teheran telah dihancurkan secara menyeluruh. Pengawas nuklir internasional akan segera kembali ke Iran berdasarkan ketentuan baru ini.

Vance menjelaskan terdapat dua tahapan proses verifikasi kepatuhan Iran. Setelah itu, Iran diizinkan kembali mengakses kekayaan minyak dan ekonomi global.

"That's fundamentally the two-step process, the choice the Iranians have to make," kata Vance.

Ia menambahkan bahwa Iran harus memilih apakah mereka ingin mendapatkan akses kembali ke roda perekonomian dunia.

Presiden Donald Trump menegaskan kesepakatan ini jauh lebih kuat dibandingkan Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA) era pemerintahan sebelumnya.

Trump menyebut kesepakatan Obama sebagai jalan menuju senjata nuklir bagi Iran.

"The Obuma Deal was a road to a Nuclear weapon for Iran, cash and all, one of the worst and dumbest Deals ever made by the U.

>>> Dua Gol Argentina dan Aljazair Dianulir karena Offside Milimeter

S. Our Deal is a WALL against Iran ever having a Nuclear weapon," tulis Trump.