Mantan Anggota Kongres Amerika Serikat Marjorie Taylor Greene melontarkan kritik tajam terhadap kebijakan luar negeri Presiden Donald Trump terkait serangan militer ke Iran.

Dalam wawancara pada Selasa, 16 Juni 2026, Greene menyoroti keputusan Trump yang dinilai bertentangan dengan pilar utama gerakan MAGA, yaitu penolakan terhadap keterlibatan dalam perang asing dan perubahan rezim.

>>> One Piece Episode 1163 Tayang 24 Mei 2026, Reuni Robin dan Saul di Elbaph

Perselisihan antara Greene dan Gedung Putih mulai meruncing sejak setahun lalu. Saat itu, ia secara terbuka menentang aksi pengeboman pertama AS terhadap Iran pada Juni 2025.

"Saya vokal menentang perang saat itu, dan itu menjadi salah satu alasan mulai terjadi keretakan antara saya dengan Presiden Trump dan Gedung Putih," ujar Greene.

Ia menambahkan bahwa Charlie Kirk dan Tucker Carlson juga menyuarakan hal serupa. "Kami mengatakan itu salah.

Ini adalah apa yang kami janjikan tidak akan kami lakukan," tegasnya.

Greene menekankan bahwa gerakan MAGA sebelumnya berkomitmen menolak perang asing dan perubahan rezim. Namun, menurutnya, Trump kini melancarkan perang habis-habisan melawan Iran.

"Saya tetap percaya perang itu tidak beralasan. AS dan Israel yang memulainya, dan tampaknya Israel tidak ingin perang berakhir," kata Greene.

Ia juga mempertanyakan alasan Trump yang dinilai mengutamakan kepentingan Israel di atas kepentingan domestik AS. "Saya pikir dia melakukannya atas nama Israel.

>>> Neymar Umumkan Bruna Biancardi Hamil Anak Kelima di Tengah Piala Dunia 2026

Dia sendiri mengatakannya secara publik," ungkap Greene.

Greene menyebut berbagai alasan yang pernah disampaikan Trump, seperti membebaskan rakyat Iran dan perubahan rezim, namun tidak ada yang terbukti.

"Dia bilang melakukannya untuk Israel. Saya percaya itu," tambahnya.

Ia juga menyoroti klaim Trump tentang senjata nuklir Iran.

Menurut Greene, mantan Direktur Intelijen Nasional Tulsi Gabbard dan sejumlah badan pengawas nuklir telah menyatakan Iran jauh dari memiliki senjata nuklir.

Konflik ini, kata Greene, berdampak ekonomi bagi warga AS, termasuk penipisan amunisi, pembengkakan utang negara, dan lonjakan harga bahan bakar.

>>> 6 Zodiak Paling Cocok Jadi Pasangan Gemini, Ada yang Sesama Udara

Greene berharap ada kesepakatan damai dan menginginkan militer AS meninggalkan kawasan tersebut. Namun, ia meragukan hal itu terjadi karena Israel tetap berkomitmen melanjutkan perang.