Skill Mismatch Hambat Target Pertumbuhan Ekonomi Nasional 8 Persen
Indonesia menargetkan pertumbuhan ekonomi mencapai 8 persen pada 2029 untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
Namun, produktivitas nasional masih terganjal fenomena ketidaksesuaian keahlian atau skill mismatch di pasar tenaga kerja.
>>> Jadwal Piala Dunia 2026: Argentina vs Aljazair di Arrowhead Stadium
Kondisi tingkat pendidikan pekerja yang tidak selaras dengan kebutuhan industri berpotensi menurunkan produktivitas. Hal ini pada akhirnya dapat menghambat laju pertumbuhan ekonomi nasional.
Bonus demografi yang diperkirakan mencapai puncaknya pada 2030 tidak akan memberikan dampak optimal. Momentum ini terancam sia-sia jika angkatan kerja tidak didominasi sumber daya manusia dengan kualifikasi mumpuni.
Kerugian Ekonomi Akibat Skill Mismatch
Ekonom sekaligus Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Andalas, Syafruddin Karimi, menjelaskan potensi kerugian ekonomi dapat dihitung melalui pendekatan output gap tenaga kerja terdidik.
Perhitungan ini melibatkan jumlah lulusan berpendidikan tinggi yang menganggur atau bekerja di bawah kualifikasi.
Angka tersebut kemudian dikalikan dengan produktivitas rata-rata tenaga kerja terdidik. Langkah selanjutnya adalah melakukan koreksi berdasarkan tingkat depresiasi keterampilan serta lamanya masa tunggu kerja.
Sebagai gambaran, apabila terdapat satu juta lulusan perguruan tinggi yang tidak terserap industri, Produk Domestik Bruto (PDB) akan kehilangan output penting.
Kehilangan ini mencakup potensi yang seharusnya lahir dari aktivitas kerja, konsumsi, pajak, inovasi, dan efek pengganda permintaan.
"Kerugian ini harus dihitung lebih luas daripada upah yang hilang," kata Syafruddin kepada Kompas. com, Rabu (17/6/2026).
Dampak negatif ini meluas karena mencakup hilangnya potensi Pajak Penghasilan (PPh), iuran jaminan sosial, konsumsi kelas menengah, hingga akumulasi pengalaman kerja.
Kajian human capital depreciation menunjukkan bahwa keterampilan tenaga kerja dapat menurun jika tidak digunakan.
Update Terbaru
Harga Emas Perhiasan di Raja Emas dan Laku Emas Naik 17 Juni 2026
Rabu / 17-06-2026, 12:14 WIB
Oknum TNI Diduga Pukul Karyawan Minimarket di Atambua, Dipicu Kantong Plastik Rp500
Rabu / 17-06-2026, 12:14 WIB
Ekspor Perhiasan Indonesia Melonjak 64,73 Persen Sepanjang 2025
Rabu / 17-06-2026, 12:13 WIB
Alliance Laundry Systems Modernisasi Pabrik Thailand demi Pasar Indonesia
Rabu / 17-06-2026, 12:12 WIB
Jadwal dan Harga Tiket KM Kelud Belawan Juni 2026
Rabu / 17-06-2026, 12:12 WIB
PT Merdeka Battery Materials Tbk Usulkan Perombakan Jajaran Direksi
Rabu / 17-06-2026, 12:12 WIB
Bengkel Spesialis: Biaya Perawatan Peugeot Lawas Masih Terjangkau
Rabu / 17-06-2026, 12:12 WIB
Kementan Bagikan Bantuan Benih Perkebunan Berdasarkan Agroklimat Wilayah
Rabu / 17-06-2026, 12:12 WIB
Rupiah Melemah ke Rp 17.736 per Dolar AS pada Tengah Hari 17 Juni 2026
Rabu / 17-06-2026, 12:12 WIB
Lionel Messi Cetak Hattrick dan Ukir Rekor Baru di Piala Dunia 2026
Rabu / 17-06-2026, 12:09 WIB
Sembilan Tim Lolos Play-Ins FFNS 2026 Fall, Siap Bertarung di Yogyakarta
Rabu / 17-06-2026, 12:09 WIB
Threads Tembus 500 Juta Pengguna Aktif dan Rilis Fitur Komunitas Baru
Rabu / 17-06-2026, 12:09 WIB
Promo Indomaret 11-24 Juni 2026: Harga Spesial Susu dan Perlengkapan Bayi
Rabu / 17-06-2026, 12:09 WIB
Sembilan Tim Lolos Play-Ins Lengkapi Slot Grand Final FFNS 2026 Fall
Rabu / 17-06-2026, 12:08 WIB






