Skill Mismatch Hambat Target Pertumbuhan Ekonomi Nasional 8 Persen
Studi dari Arrazola dan de Hevia memperkirakan penyusutan modal manusia berkisar antara 1 hingga 1,5 persen per tahun.
Sementara itu, Lentini dan Gimenez menemukan rentang depresiasi sebesar 1 hingga 6 persen di berbagai sektor kerja.
"Jadi, semakin lama lulusan menganggur, semakin besar output yang hilang, bukan hanya karena mereka tidak bekerja, tetapi karena nilai produktivitas mereka ikut terkikis," ucap Syafruddin.
Ancaman Middle Income Trap
Masalah ketidaksesuaian keahlian yang masif berisiko memperpanjang masa terjebaknya Indonesia dalam perangkap pendapatan menengah (middle income trap).
Hambatan ini muncul akibat kegagalan mengubah hasil pendidikan tinggi menjadi produktivitas nasional.
Saat ini, Indonesia berada dalam fase demografi krusial dengan jumlah penduduk usia produktif yang besar. Namun, peningkatan kualitas pekerjaan belum mampu mengimbangi kecepatan pertumbuhan jumlah lulusan institusi pendidikan.
Ketika para sarjana masuk ke sektor informal atau pekerjaan rendah keterampilan, bonus demografi berisiko berubah menjadi tekanan sosial.
Syafruddin mengungkapkan bahwa middle income trap terjadi saat upah naik tanpa diiringi produktivitas yang cukup tinggi.
Ketidaksesuaian kompetensi memperparah situasi tersebut karena pendidikan hanya menghasilkan ijazah tanpa penyerapan keterampilan oleh industri.
Akibatnya, negara menanggung beban kenaikan anggaran pendidikan dan jumlah sarjana tanpa adanya lonjakan output per pekerja.
"Tenaga muda terdidik yang seharusnya menjadi mesin inovasi justru mengalami depresiasi keterampilan, frustrasi ekonomi, dan penurunan daya tawar di pasar kerja," kata Syafruddin.
Sepertiga Pekerja Muda Mengalami Mismatch
Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS) bertajuk Mismatch Pendidikan–Pekerjaan Pemuda Indonesia: Implikasi Bagi Bonus Demografi yang dirilis 31 Oktober 2025, angka pekerja yang bekerja sesuai tingkat pendidikan baru mencapai 64,64 persen.
Update Terbaru
Empat Wakil Indonesia Lolos ke Babak 16 Besar Macau Open 2026
Rabu / 17-06-2026, 13:24 WIB
Wamendikdasmen Imbau Orang Tua Pahami Jalur SPMB 2026
Rabu / 17-06-2026, 13:24 WIB
Joshua Kimmich Minta Jerman Tak Jemawa Usai Hajar Curacao 7-1
Rabu / 17-06-2026, 13:24 WIB
Pemprov DKI Gelar Haul Akbar Ulama dan Habaib Betawi di HUT ke-499 Jakarta
Rabu / 17-06-2026, 13:24 WIB
Timnas Inggris Jaga Rekor Laga Pembuka Jelang Hadapi Kroasia
Rabu / 17-06-2026, 13:20 WIB
Rumah Indofood Hadirkan Konsep Urban Food Market di Jakarta Fair 2026
Rabu / 17-06-2026, 13:19 WIB
Kementerian ESDM Pastikan Impor Minyak dari Rusia Tetap Berjalan
Rabu / 17-06-2026, 13:19 WIB
Wapres Ghana Temui Black Stars di Toronto Beri Dukungan Jelang Piala Dunia
Rabu / 17-06-2026, 13:17 WIB
Kementan Minta Perusahaan Sawit Naikkan Harga Tandan Buah Segar
Rabu / 17-06-2026, 13:17 WIB
Lionel Messi Cetak Hat-trick, Argentina Hajar Aljazair 3-0 di Piala Dunia 2026
Rabu / 17-06-2026, 13:16 WIB
Mantan Guru Prasekolah 88 Tahun Kini Jadi Asisten Mantan Muridnya
Rabu / 17-06-2026, 13:16 WIB
Austria Tekuk Yordania 3-1 di Laga Perdana Grup J Piala Dunia 2026
Rabu / 17-06-2026, 13:16 WIB
AMD, Google, dan Nvidia Dikabarkan Akan Gunakan Samsung Foundry untuk Chip Masa Depan
Rabu / 17-06-2026, 13:16 WIB
Sopir Bus Singapura Berjuang Melawan Gagal Ginjal Stadium Akhir
Rabu / 17-06-2026, 13:16 WIB






