Alliance Laundry Systems Modernisasi Pabrik Thailand demi Pasar Indonesia
Alliance Laundry Systems (ALS) resmi memodernisasi fasilitas produksinya di Chonburi, Thailand. Langkah ini diambil untuk menyuplai kebutuhan pasar yang melonjak tajam, terutama di Indonesia.
Pabrik seluas 27.000 meter persegi itu kini mengintegrasikan teknologi produksi mutakhir dan perluasan laboratorium riset STAR Lab.
>>> Jadwal dan Harga Tiket KM Kelud Belawan Juni 2026
Fasilitas ini berfungsi melahirkan inovasi perangkat pencuci yang efisien, hemat energi, dan ramah lingkungan.
Ben Dobbs, Managing Director Asia-Pacific Alliance Laundry (Thailand) Co., Ltd., mengatakan pemutakhiran ini merupakan wujud komitmen perusahaan dalam menyajikan terobosan baru bagi pebisnis laundry modern.
"Pabrik kami di Thailand adalah jawaban bagaimana kami menerjemahkan kekuatan menjadi solusi cerdas dan efisien," ujarnya.
Pertumbuhan sektor jasa pencucian di Asia Pasifik dipengaruhi urbanisasi, pertambahan kelas menengah, dan ekspansi industri perhotelan.
Di Indonesia, pergeseran pola hidup masyarakat perkotaan memicu bisnis baru seperti gerai laundromat dan jasa pencucian berbasis aplikasi digital.
Manajemen hotel juga mulai mengalihkan operasional pencucian linen ke vendor pihak ketiga untuk memangkas biaya dan mengoptimalkan produktivitas.
Isu lingkungan mendorong pelaku usaha beralih ke perangkat hemat listrik dan air, sehingga permintaan mesin cuci komersial modern meningkat.
Indonesia menjadi salah satu pasar dengan pertumbuhan paling agresif di Asia Tenggara.
>>> PT Merdeka Battery Materials Tbk Usulkan Perombakan Jajaran Direksi
Bisnis ini tidak hanya berpusat di Jakarta, Surabaya, dan Bandung, tetapi juga digerakkan oleh UMKM mandiri dan jaringan waralaba.
Fasilitas Produksi Berteknologi Tinggi Jerman
Pabrik ALS di Thailand menggunakan perangkat manufaktur berteknologi Jerman untuk menjamin presisi dan konsistensi kualitas.
Perusahaan juga mengadopsi sistem rapid prototyping dan computer-aided engineering untuk mempercepat pengembangan produk sebelum masuk ke lini perakitan massal.
Update Terbaru
Mantan Guru Prasekolah 88 Tahun Kini Jadi Asisten Mantan Muridnya
Rabu / 17-06-2026, 13:16 WIB
Austria Tekuk Yordania 3-1 di Laga Perdana Grup J Piala Dunia 2026
Rabu / 17-06-2026, 13:16 WIB
AMD, Google, dan Nvidia Dikabarkan Akan Gunakan Samsung Foundry untuk Chip Masa Depan
Rabu / 17-06-2026, 13:16 WIB
Sopir Bus Singapura Berjuang Melawan Gagal Ginjal Stadium Akhir
Rabu / 17-06-2026, 13:16 WIB
Tiga Bank Kucurkan Kredit Sindikasi Hijau Rp 4,7 Triliun ke Plaza Indonesia
Rabu / 17-06-2026, 13:15 WIB
Tiga Bank Kucurkan Kredit Sindikasi Rp4,7 Triliun ke Plaza Indonesia
Rabu / 17-06-2026, 13:14 WIB
Aktivitas Pelayaran Selat Hormuz Masih Terbatas Pascadamai AS-Iran
Rabu / 17-06-2026, 13:14 WIB
Rumah Indofood Meriahkan Jakarta Fair 2026 dengan Konsep Urban Food Market
Rabu / 17-06-2026, 13:13 WIB
Mitsubishi Motors Bagikan Cara Cegah Hewan Masuk Ruang Mesin Mobil
Rabu / 17-06-2026, 13:12 WIB
BSI Catat Pertumbuhan Pembiayaan SME Capai Rp 25,69 Triliun
Rabu / 17-06-2026, 13:12 WIB
Daihatsu Rocky Hybrid: Efisiensi Bahan Bakar Tinggi dengan Teknologi Ramah Lingkungan
Rabu / 17-06-2026, 13:12 WIB
Transformasi Pendidikan Agama Islam di Era Digital Perlu Penguatan Karakter dan Etika
Rabu / 17-06-2026, 13:12 WIB
Disney Rilis Toy Story 5 Eksklusif di Bioskop Juni 2026
Rabu / 17-06-2026, 13:12 WIB
Intel Kenalkan Project Firefly untuk Laptop Murah Berdesain Premium
Rabu / 17-06-2026, 13:12 WIB






