Pemerintah Amerika Serikat mewajibkan tim nasional sepak bola Iran segera meninggalkan wilayahnya dalam hitungan jam setelah pertandingan fase grup Piala Dunia 2026 di Los Angeles dan Seattle selesai.

Kebijakan pengetatan izin tinggal tersebut dikonfirmasi oleh otoritas terkait pada Selasa setelah munculnya kritik tajam atas penanganan visa serta pembatasan waktu istirahat skuat Iran.

>>> Luca Zidane Debut di Piala Dunia 2026 Bersama Aljazair

Direktur Eksekutif Gugus Tugas FIFA Gedung Putih, Andrew Giuliani memberikan penjelasan resmi mengenai prosedur ketat yang diterapkan oleh pemerintah setempat.

"We were clear this was the process," kata Andrew Giuliani kepada The Associated Press.

Aturan ini berjalan setelah Team Melli bermain imbang melawan Selandia Baru dalam laga Grup G yang sarat tensi politik di Los Angeles pada Senin.

Rombongan delegasi Iran langsung dipaksa keluar dari AS menuju kamp pelatihan mereka di Meksiko beberapa jam setelah laga bubar sekitar pukul 20.00 waktu setempat.

Pelatih Iran, Amir Ghalenoei menyatakan kekecewaannya karena tim asuhannya diperintahkan pergi dengan terburu-buru, padahal mereka menjadwalkan untuk bermalam di California demi mengoptimalkan proses pemulihan fisik pemain.

Masalah lain muncul ketika visa masuk milik penyerang sayap Iran, Mehdi Torabi habis masa berlakunya setelah pertandingan pertama.

Namun ofisial tim mengonfirmasi pada Selasa sore bahwa mereka telah mendapatkan visa masuk ganda yang baru.

Pihak Departemen Luar Negeri AS kemudian merilis pernyataan resmi untuk mengonfirmasi bahwa kendala administratif menyangkut visa pemain tersebut telah diselesaikan dengan cepat.

"This issue has been resolved," kata Departemen Luar Negeri AS.

Otoritas diplomasi Amerika Serikat menyatakan langsung bergerak aktif begitu mendeteksi adanya kendala demi memastikan sang pemain tetap bisa membela negaranya di sisa kompetisi.