Pelatih Timnas Inggris Thomas Tuchel memutuskan untuk tidak menyanyikan lagu kebangsaan Inggris saat pertandingan pembuka Grup L Piala Dunia 2026 melawan Kroasia di AT&T Stadium, Dallas.

Laga tersebut menjadi debut Tuchel memimpin The Three Lions di turnamen besar setelah sukses membawa tim lolos ke putaran final dengan hasil sempurna.

>>> Sistem Imigrasi Biometrik Percepat Pemulangan Jemaah Haji di Surabaya

Tuchel mengungkapkan bahwa dirinya belum merasa berada pada momen yang tepat untuk melantunkan lagu 'God Save the King'.

"Belum," kata Thomas Tuchel, Pelatih Timnas Inggris.

Mantan pelatih Chelsea, Bayern Munchen, dan Paris Saint-Germain itu menambahkan bahwa proses tersebut kemungkinan baru akan terjadi di masa mendatang.

"Saya rasa kami belum sampai ke tahap itu. Mungkin pada akhirnya nanti," kata Thomas Tuchel.

Ia menegaskan tidak ingin keputusannya memicu polemik atau mengalihkan fokus tim menjelang laga krusial menghadapi Kroasia.

"Saya masih sedikit malu.

Saya tidak ingin menyinggung siapa pun dan tidak ingin perhatian tertuju pada hal itu sekarang," kata Thomas Tuchel.

Meski demikian, pelatih berusia 52 tahun tersebut mengaku memiliki hubungan emosional yang kuat dengan Inggris sejak menakhodai Chelsea di Premier League hingga menganggap London sebagai rumah kedua.

"Saya pada dasarnya merasa seperti pulang ketika mendarat," kata Thomas Tuchel.

Tuchel merasa sangat nyaman dengan atmosfer sepak bola di Inggris, mulai dari karakter pemain hingga ekspektasi suporter.

>>> Kemendikdasmen Wajibkan Bahasa Inggris Mulai Kelas 3 SD pada 2027

"Sekarang saya akan mengatakan, 'saya terbang pulang', saya terbang pulang ke rumah saya di London dan rasanya seperti rumah ketika saya mendarat di London," kata Thomas Tuchel.