Yum Brands, perusahaan induk restoran global, resmi menjual merek Pizza Hut pada Selasa (16/6/2026) waktu setempat.

Nilai transaksi mencapai sekitar 2,7 miliar dolar AS.

>>> Argentina Hancurkan Aljazair 3-0, Messi Cetak Hat-trick

Kesepakatan ini mencakup penjualan Pizza Hut kepada perusahaan ekuitas swasta LongRange Capital senilai 1,5 miliar dolar AS.

Sementara itu, Yum China akan mengambil alih bisnis Pizza Hut di daratan China dengan nilai sekitar 1,2 miliar dolar AS.

Langkah strategis ini diambil untuk memfokuskan sumber daya perusahaan pada pengembangan jaringan Taco Bell dan KFC. Kedua merek tersebut dinilai memiliki peluang pertumbuhan jangka panjang yang signifikan.

Fokus pada Taco Bell dan KFC

CEO Yum Brands Chris Turner menjelaskan bahwa pelepasan Pizza Hut justru akan memposisikan merek tersebut menuju pertumbuhan yang lebih besar.

Di sisi lain, Yum Brands dapat lebih berkonsentrasi pada merek-merek dengan potensi ekspansi luas.

"Ini memposisikan Pizza Hut untuk pertumbuhan yang lebih besar ke depan, dan bagi Yum, ini memungkinkan kami untuk lebih fokus pada tiga merek tersebut," kata Chris Turner dalam program Mad Money di CNBC.

Manajemen Yum Brands menekankan pentingnya meningkatkan standar perusahaan, memenangkan konsumen masa depan, mempercepat ekonomi restoran, dan mengoptimalkan ekosistem teknologi.

>>> Commodore Luncurkan Callback 8020, Ponsel Lipat Minimalis Anti Distraksi

Menurut data internal, Taco Bell menjadi salah satu pendorong pertumbuhan terkuat dengan mencatatkan pertumbuhan penjualan toko yang sama sebesar 18 persen dalam basis dua tahun.

Angka ini melampaui rata-rata industri restoran global.

Potensi internasional Taco Bell dinilai masih sangat besar.

Saat ini, jaringan tersebut baru mengoperasikan sekitar 1.200 restoran di luar Amerika Serikat dan ditargetkan dapat berkembang secara substansial.

"Harus ada ribuan dan ribuan Taco Bell di seluruh dunia suatu hari nanti," ucap Chris Turner.

Selain Taco Bell, KFC juga dipandang sebagai peluang besar dengan kepemilikan sekitar 34.000 restoran di seluruh dunia.

>>> BUMI Gelar RUPSLB Ubah Anggaran Dasar, Saham Melonjak 10,19%

Merek ini memiliki momentum pertumbuhan yang kokoh di berbagai pasar internasional.