Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) ditargetkan mampu menyerap lebih dari 1,4 juta tenaga kerja hingga tahun 2029.

Target tersebut seiring rencana pembentukan 80.000 unit koperasi di seluruh wilayah Indonesia.

>>> Jumlah Pemain Dead by Daylight Melonjak Drastis Lewati Rekor Steam

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Muhammad Qodari, menjelaskan setiap gerai koperasi akan melibatkan satu manajer hasil rekrutmen nasional dan 17 pekerja lokal dari desa setempat.

"Setiap gerai KDKMP melibatkan satu manajer yang telah mengikuti rekrutmen nasional, serta 17 pekerja lokal yang seluruhnya diprioritaskan berasal dari desa setempat," ujar Qodari.

Ketua Komisi XI DPR, Mukhamad Misbakhun, menegaskan bahwa pendanaan program tidak menggunakan APBN secara langsung.

>>> Kementan Kumpulkan Penyedia Bibit untuk Percepat Perkebunan 870 Ribu Hektare

"Koperasi Desa Merah Putih ini mekanismenya bukan APBN. Jadi enggak ada kaitannya dengan APBN," ujar Misbakhun.

Pembiayaan berasal dari Agrinas, fasilitas kredit perbankan Himbara, dan optimalisasi Dana Desa.

Hingga saat ini, sekitar 11.000 unit koperasi telah dibangun, namun baru 1.000 unit yang beroperasi.

>>> Polisi Alihkan Arus Lalu Lintas di Jakarta Imbas Aksi Unjuk Rasa

Pemerintah kini fokus pada kualitas manajemen operasional agar koperasi berjalan berkelanjutan dan menjadi instrumen distribusi barang dan jasa yang berpihak pada rakyat.