Pemerintah Indonesia menargetkan peluncuran secara nasional sistem Perlinsos Digital pada Oktober atau November 2026. Sistem ini akan mengintegrasikan data KTP dan KK untuk meningkatkan akurasi penyaluran bantuan sosial.

Langkah strategis ini dilakukan untuk mempercepat transformasi digital dalam membangun sistem perlindungan sosial yang lebih modern, cepat, serta efisien di 541 kabupaten/kota.

>>> 3 Rekomendasi Sandal Barefoot Terjangkau untuk Lari dan Aktivitas Harian

Implementasi Bertahap hingga Akhir Tahun

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) sekaligus Penasihat Khusus Presiden Bidang Digitalisasi dan Teknologi Pemerintahan, Luhut Binsar Pandjaitan, menyatakan bahwa implementasi sistem baru ini akan dilakukan secara bertahap hingga menyeluruh ke seluruh wilayah pada akhir tahun.

"Nanti pada Oktober atau November, Presiden (Prabowo Subianto) launching secara nasional 541 kabupaten. Kami harap itu semua sudah bisa di tempat mungkin 80-90 persen," kata Luhut.

Sistem perlindungan sosial berbasis Infrastruktur Publik Digital (Digital Public Infrastructure/DPI) tersebut saat ini sudah memasuki tahap uji coba di sejumlah wilayah.

"Sambil jalan, sehingga akhir tahun kita semua sudah jadi. Jadi dengan begitu Presiden Prabowo akan dapat data yang akurat dari sistem ini," ujar Luhut.

Sejauh ini, proyek percontohan telah berjalan di 42 kabupaten/kota dengan target pendaftaran bagi masyarakat setempat yang dijadwalkan selesai pada bulan depan.

>>> Austria Tekuk Yordania pada Laga Perdana Grup J Piala Dunia 2026

"Dan kita juga sepakat 42 kabupaten ini, piloting ini, kalau bisa akhir Juli mereka (masyarakat) sudah menyelesaikan pendaftaran.

Jadi kita tahu nanti berapa juta, itu 35 juta (yang terdaftar di Perlinsos digital)," kata Luhut.

Untuk memantau perkembangan di lapangan, Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan melakukan kunjungan langsung ke lokasi proyek percontohan pada awal bulan depan.

"(Terkait) Schedule-nya tadi kami sudah sepakat, nanti kami usul pada Presiden untuk (memantau langsung di tanggal) 6, 7, 8, atau 9 Juli.

>>> Pangeran George Masuk Eton College, Biaya Sekolah Rp1,4 M per Tahun

Beliau melihat nanti apakah di Surabaya, Banyuwangi, dan Bali, mana yang beliau pilih (untuk dilakukan peninjauan)," ujar Luhut.