Kementerian Sosial (Kemensos) kembali menyalurkan bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) pada Juni 2026.

Penyaluran bansos kali ini menggunakan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai acuan utama. DTSEN memuat informasi sosial dan ekonomi masyarakat secara lebih menyeluruh.

>>> Yadea Hadirkan Motor Listrik dan Program Interaktif di PRJ 2026

Pembaruan data dilakukan secara berkala agar bantuan tepat sasaran. Aspek yang dipantau meliputi tingkat kesejahteraan, pekerjaan, hingga kondisi rumah tangga.

Cara Cek Bansos Juni 2026 Secara Online

Masyarakat dapat mengecek status penerima bansos secara mandiri melalui situs resmi cekbansos. kemensos.

go. id.

Langkah pertama, kunjungi situs tersebut lewat HP. Masukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) sebanyak 16 digit sesuai KTP.

Ketik kode captcha yang muncul. Jika kurang jelas, refresh untuk mendapatkan kode baru.

Klik tombol "Cari Data".

Sistem akan menampilkan informasi status penerima. Jika terdaftar, jenis bantuan dan status penyaluran akan muncul.

>>> Pemkot Depok Sediakan 22 PAUD Swasta Gratis Melalui Program RSSG

Nominal Bantuan PKH 2026

Besaran PKH berbeda sesuai kategori penerima. Bantuan disalurkan bertahap sesuai jadwal pemerintah.

Ibu hamil atau masa nifas mendapat Rp750.000. Anak usia dini 0–6 tahun juga Rp750.000.

Siswa SD menerima Rp225.000, siswa SMP Rp375.000, dan siswa SMA Rp500.000.

Lansia dan penyandang disabilitas berat masing-masing Rp600.000. Korban pelanggaran HAM berat mendapat Rp2.700.000.

Besaran BPNT yang Diterima

Selain PKH, pemerintah juga menyalurkan BPNT untuk memenuhi kebutuhan pangan. Nominal bantuan Rp200.000 per bulan atau Rp600.000 setiap tiga bulan.

Dana BPNT disalurkan melalui saldo elektronik. Saldo dapat digunakan untuk membeli pangan sesuai ketentuan.

>>> Argentina Tekuk Aljazair, Lionel Messi Cetak Hattrick di Piala Dunia 2026

Pembaruan data melalui DTSEN membuat penerima perlu mengecek bansos secara berkala untuk memantau status pencairan.