Program BSPS: Lebih dari Sekadar Bedah Rumah, Ini Dampak Ekonominya
Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah sering dipandang sebagai bantuan sosial semata. Namun, di balik perbaikan fisik, program ini memiliki dampak ekonomi yang luas.
Mulai dari pembelian bahan bangunan di toko lokal hingga upah tukang, setiap rumah yang diperbaiki menggerakkan roda ekonomi di tingkat akar rumput.
>>> Nasaruddin Umar Dinilai Layak Masuk Bursa Calon Ketua Umum PBNU
Efek berganda ini membuat satu rupiah belanja pemerintah mampu menciptakan aktivitas ekonomi yang lebih besar.
Rumah Layak, Produktivitas Meningkat
Bagi keluarga berpenghasilan rendah, rumah bukan sekadar tempat tinggal. Rumah juga berfungsi sebagai tempat usaha dan aset utama keluarga.
Ketika rumah menjadi layak huni, produktivitas keluarga meningkat. Anak-anak memiliki lingkungan belajar yang lebih baik, dan orang tua dapat bekerja tanpa kekhawatiran.
Penelitian UN-Habitat (2023) menunjukkan kualitas hunian erat kaitannya dengan kesehatan, pendidikan, dan produktivitas ekonomi.
Target 400.000 Unit pada 2026
Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menargetkan BSPS untuk 400.000 rumah tidak layak huni pada 2026. Hingga awal Juni, progres fisik mencapai 13,51 persen.
Direktur Jenderal Kawasan Permukiman Fitrah Nur menyatakan verifikasi penerima terus berjalan, dan target penyelesaian seluruh pekerjaan fisik pada Oktober 2026.
>>> IFG Life Bayar Klaim Asuransi Kredit Rp394,2 Juta di Sulawesi Selatan
Program ini menjadi bagian dari Program Tiga Juta Rumah. Pendekatan swadaya memungkinkan pemerintah menjangkau lebih banyak masyarakat dengan biaya efisien.
Sinergi dengan PNM untuk Pemberdayaan Ekonomi
Keberhasilan BSPS tidak hanya diukur dari jumlah rumah yang diperbaiki. Pemerintah ingin memastikan penerima manfaat juga memiliki akses permodalan usaha.
Kementerian PKP berkolaborasi dengan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) untuk memberikan pembiayaan dan pendampingan usaha. Menteri PKP Maruarar Sirait menekankan pentingnya kombinasi rumah layak dan akses modal.
Update Terbaru
Jaksa Tegaskan Tidak Ada Penggeledahan Rumah Kepala BGN Nanik S Deyang
Rabu / 17-06-2026, 17:34 WIB
Lionel Messi Masuk Daftar Elite Pencetak Hattrick Piala Dunia
Rabu / 17-06-2026, 17:33 WIB
Maruti Suzuki Luncurkan Wagon R Bioflex di India untuk Armada Komersial
Rabu / 17-06-2026, 17:33 WIB
Kinerja SSIA Tetap Positif di Tengah Era Suku Bunga Tinggi
Rabu / 17-06-2026, 17:33 WIB
Meta Perluas Fitur AI Baru di Facebook Feed, Pencarian, dan Stories
Rabu / 17-06-2026, 17:32 WIB
Discovery Kartika Plaza Hotel dan Discovery Mall Bali Gelar Rangkaian Kuta Kuta
Rabu / 17-06-2026, 17:32 WIB
LIF Indonesia dan Actxa Luncurkan Smart Ring dengan AI Glucose Scan
Rabu / 17-06-2026, 17:32 WIB
Surya Semesta Internusa Cetak Laba Bersih Rp89 Miliar di Kuartal I 2026
Rabu / 17-06-2026, 17:32 WIB
Fabio Cannavaro Soroti Investasi Fasilitas Sepak Bola Uzbekistan
Rabu / 17-06-2026, 17:29 WIB
Alexandra Eala Hadapi Donna Vekic di Babak Pertama Berlin Open 2026
Rabu / 17-06-2026, 17:29 WIB
Microsoft Izinkan Komputer Tanpa NPU Jalankan Fitur AI Lokal
Rabu / 17-06-2026, 17:28 WIB
Microsoft Izinkan PC Non-Copilot Jalankan AI Lokal Lewat GPU
Rabu / 17-06-2026, 17:28 WIB
6 Koleksi Mobil Mewah Widiyanti Putri, Menteri Terkaya RI
Rabu / 17-06-2026, 17:28 WIB
PT Provident Investasi Bersama Tbk Bagikan Dividen Rp 50 Miliar
Rabu / 17-06-2026, 17:28 WIB






