Menteri Agama Nasaruddin Umar dinilai layak masuk dalam bursa calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menjelang Muktamar NU.

Penilaian itu disampaikan oleh Menteri Sosial sekaligus Sekretaris PBNU, Saifullah Yusuf.

>>> IFG Life Bayar Klaim Asuransi Kredit Rp394,2 Juta di Sulawesi Selatan

Gus Ipul, sapaan akrab Saifullah Yusuf, mengungkapkan bahwa dalam 40 tahun terakhir terdapat pola kepemimpinan di PBNU. Tiga ketua umum sebelumnya pernah menjabat sebagai Katib Aam sebelum terpilih.

Tokoh seperti Abdurrahman Wahid, Said Aqil Siradj, dan Yahya Cholil Staquf tercatat pernah menduduki posisi Katib Aam.

Nasaruddin Umar sendiri memiliki rekam jejak serupa karena pernah menjadi Katib Aam PBNU pada masa kepemimpinan almarhum K.

H. Sahal Mahfudh.

Pernyataan tersebut disampaikan Gus Ipul saat menghadiri rapat koordinasi persiapan Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) NU 2026.

Acara berlangsung di Pondok Pesantren Al Falah, Kediri, Jawa Timur.

Di sisi lain, Gus Ipul menegaskan bahwa dirinya secara pribadi tidak akan maju ataupun bersedia dicalonkan dalam pemilihan Ketua Umum PBNU mendatang.

>>> Masalah Visa Selesai, Mehdi Torabi Siap Perkuat Timnas Iran Hadapi Belgia

Keputusan itu ia sampaikan setelah mematangkan rangkaian agenda bersama jajaran panitia.

Persiapan Munas dan Konbes NU 2026

Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur menyatakan kesiapan penuh untuk menyelenggarakan Munas dan Konbes NU 2026 di Pesantren Al Falah Ploso.

Ketua Panitia Daerah Mustainn mengatakan persiapan hampir rampung 100 persen.

Rangkaian kegiatan munas dan sidang akan dilangsungkan di Pondok Pesantren Al Falah Ploso pada 20-21 Juni 2026.

Kemudian dilanjutkan napak tilas muassis NU di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang pada 22 Juni 2026.

Acara tersebut rencananya ditutup di Kabupaten Bangkalan, Madura pada 23 Juni 2026 dengan dihadiri oleh Presiden.

Ketua PWNU Jawa Timur Abdul Hakim Mahfudz berharap forum ini memperkuat sistem kepemimpinan NU sesuai nilai-nilai pendiri organisasi.

>>> Bioskop Trans TV Malam Ini Tayangkan Film Thriller Follow Me

"Kami optimistis forum tersebut akan menjadi sarana konsolidasi organisasi menjelang Muktamar ke-35 atau Muktamar Abad Kedua Nahdlatul Ulama," kata Abdul Hakim Mahfudz.