Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mulai memetakan sejumlah nama tokoh yang berpeluang besar masuk bursa pemilihan calon ketua umum menjelang Muktamar ke-35 NU.

Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf mengungkapkan kriteria dan statistik figur potensial tersebut. Ia merujuk pada sejarah kepemimpinan organisasi dalam beberapa dekade terakhir.

>>> Trans Luxury Hotel Surabaya Beri Promo Menginap Mulai Rp 999 Ribu per Malam

Menurut Gus Ipul, sapaan akrabnya, posisi Katib Aam PBNU menjadi jalur utama yang mengantarkan kandidat menuju kursi ketua umum.

Tiga ketua umum sebelumnya, yakni KH Abdurrahman Wahid, KH Hasyim Muzadi, dan KH Yahya Cholil Staquf, pernah menjabat Katib Aam.

"Kalau ditarik dalam sekitar 40 tahun terakhir, tiga Ketua Umum PBNU sebelumnya pernah menjadi Katib Aam.

Itu menunjukkan posisi tersebut memiliki rekam jejak yang cukup kuat dalam melahirkan pemimpin NU," kata Gus Ipul.

>>> Jakarta Bhayangkara Presisi Juara AVC Champions League 2026

Selain Katib Aam, posisi strategis lain yang kerap melahirkan tokoh sentral adalah Sekretaris Jenderal PBNU dan Ketua PWNU Jawa Timur.

KH Idham Chalid tercatat pernah menjadi Sekjen, sementara KH Hasyim Muzadi menapaki kepemimpinan nasional setelah memimpin PWNU Jawa Timur.

"Kalau melihat statistik, yang pernah menjadi Sekjen punya peluang, yang pernah menjadi Ketua PWNU Jawa Timur punya peluang, dan yang pernah menjadi Katib Aam juga punya peluang," ujar Gus Ipul.

Saat ini, beberapa nama mulai ramai diperbincangkan di kalangan warga NU. Salah satunya Menteri Agama Prof Nasaruddin Umar yang dinilai memenuhi kriteria statistik tersebut.

>>> Jorge Martin Bongkar Kegagalan Gabung Tim Pabrikan Ducati

"Prof Nasaruddin Umar pernah menjadi Katib Aam pada era KH Hasyim Muzadi. Kalau melihat statistik dan pengalaman yang ada selama ini, beliau sangat berpotensi," kata Gus Ipul.