Harga emas dunia dinilai masih memiliki peluang besar untuk kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang masa.

Meskipun saat ini bergerak dalam fase konsolidasi, sejumlah faktor fundamental yang menopang reli logam mulia tersebut belum hilang.

>>> KAI Commuter Rilis Jadwal KRL Solo-Jogja Terbaru 17 Juni 2026

Pada Selasa (16/6/2026), harga emas spot ditutup naik 0,51% menjadi US$ 4.331,23 per ons troi.

Logam mulia bahkan sempat menyentuh level tertinggi sejak 5 Juni pada sesi sebelumnya. Rekor ATH harga emas dunia tercatat di level US$ 5.608,35 pada Januari 2026.

Fase Jeda Bukan Tren Penurunan

Strategis Investasi Makro Tanglewood Total Wealth Management Tom Bruce mengatakan, pergerakan emas saat ini lebih mencerminkan fase jeda setelah reli panjang yang terjadi pada awal tahun.

Menurut dia, kondisi ini bukan awal dari tren penurunan yang berkepanjangan.

Bruce menjelaskan, harga emas sempat melesat ke rekor ATH berkat pembelian agresif bank sentral dan upaya sejumlah negara mengurangi ketergantungan terhadap aset berbasis dolar AS.

Namun, sebagian sentimen tersebut belakangan mereda seiring investor mengalihkan dana ke sektor-sektor yang menawarkan pertumbuhan lebih tinggi, seperti kecerdasan buatan dan saham semikonduktor.

"Faktor yang mendorong harga emas naik tajam pada awal tahun memang mulai berkurang. Kini pergerakan emas kembali dipengaruhi faktor tradisional seperti suku bunga," ujar Bruce.

Meski demikian, Bruce menilai harga emas masih menunjukkan ketahanan yang kuat.

Setelah terkoreksi dari rekor tertingginya, logam mulia tersebut mampu bertahan di area support penting US$ 4.000 per ons troi.

"Harga emas sudah mengalami koreksi cukup besar dan berhasil mempertahankan level US$ 4.000 per ons.