Penembusan signifikan di bawah level itu baru akan menjadi sinyal yang lebih mengkhawatirkan," katanya.

Bruce menjelaskan, minat investor terhadap emas memang sedikit berkurang dalam beberapa bulan terakhir. Namun, ia tidak melihat adanya aksi jual besar-besaran yang dapat memicu tren bearish berkepanjangan.

>>> Polda Metro Jaya Berlakukan Kembali Ganjil Genap Jakarta Hari Ini Pasca Libur Nasional

"Sebaliknya, banyak investor masih mempertahankan kepemilikan emas sambil mengejar peluang keuntungan di pasar saham yang sedang menguat," papar Bruce.

Prospek Jangka Panjang dan Katalis Baru

Dalam jangka panjang, Bruce tetap optimistis terhadap prospek harga emas.

Menurut dia, sejumlah faktor pendukung masih sangat relevan, mulai dari risiko pelemahan nilai mata uang, potensi turunnya suku bunga riil, hingga kemungkinan meningkatnya kembali pembelian emas oleh bank sentral.

"Kami melihat kondisi saat ini lebih sebagai jeda dalam pembelian emas oleh bank sentral. Jika permintaan tersebut kembali meningkat, maka peluang kenaikan harga emas masih sangat terbuka," ujarnya.

Bruce menambahkan, kembalinya pembelian emas oleh bank sentral berpotensi menjadi katalis tercepat yang membawa harga emas kembali menuju rekor tertinggi baru.

Pengaruh Kebijakan The Fed

Dalam jangka pendek, arah harga emas masih akan sangat dipengaruhi oleh kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed).

Saat ini pelaku pasar tengah menunggu hasil rapat dua hari bank sentral AS untuk mendapatkan petunjuk mengenai arah suku bunga hingga akhir tahun.

Bruce menilai, peluang pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat relatif kecil.

Namun, jika The Fed memberi sinyal mempertahankan suku bunga tanpa kenaikan tambahan, kondisi tersebut tetap akan menjadi sentimen positif bagi emas.

"Jika The Fed hanya mempertahankan suku bunga sepanjang tahun tanpa menaikkannya lagi, itu sudah cukup positif bagi emas," kata dia.

Saat ini pasar masih memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed hingga akhir tahun berada di kisaran 50%.

Karena itu, setiap perubahan ekspektasi terhadap kebijakan moneter AS berpotensi menjadi penentu arah pergerakan emas dalam beberapa bulan mendatang.

>>> OJK Panggil Toyota Astra Financial Services Terkait Dugaan Kekerasan Debt Collector

Dengan kombinasi faktor tersebut, Bruce meyakini peluang harga emas untuk kembali menembus rekor tertinggi masih terbuka lebar, terutama jika permintaan dari bank sentral global kembali meningkat.