World Gold Council (WGC) melaporkan bahwa mayoritas bank sentral di seluruh dunia berencana memperkuat cadangan devisa mereka melalui pembelian emas.

Langkah ini diambil untuk mengamankan nilai aset di tengah ketidakpastian ekonomi global.

>>> River Plate Negosiasikan Transfer Thiago Almada dari Atletico Madrid

Berdasarkan data yang dilansir dari Investor Daily pada Rabu (17/6/2026), hasil Survei Cadangan Emas Bank Sentral WGC 2026 menunjukkan sebanyak 89 persen manajer cadangan memproyeksikan lonjakan kepemilikan emas global dalam 12 bulan mendatang.

Sekitar 45 persen institusi bersiap menambah volume aset emas mereka secara mandiri.

Survei tersebut juga mendapati bahwa 84 persen responden memperkirakan porsi emas dalam cadangan global akan membesar dalam lima tahun ke depan.

Sebaliknya, 74 persen responden memprediksi porsi dolar AS dalam cadangan devisa dunia justru bakal merosot pada periode yang sama.

Kepercayaan Tinggi terhadap Emas

Kepala Global Bank Sentral di WGC, Shaokai Fan, menjelaskan situasi ini mencerminkan tingginya tingkat kepercayaan sektor resmi terhadap logam mulia sebagai aset moneter strategis.

"Bank sentral masih sangat positif terhadap emas. Bahkan, lebih positif dari sebelumnya," katanya.

Peningkatan minat pembeli baru juga mulai bermunculan dari sejumlah negara berkembang yang kembali mengaktifkan aktivitas transaksi mereka di pasar emas internasional.

>>> Kemenag RI Rilis Jadwal Puasa Muharram 2026, Termasuk Tasua dan Asyura

"Kita melihat bank sentral (pembeli emas) baru mulai bermunculan," ujar Shaokai Fan.

Beberapa wilayah seperti Indonesia, Malaysia, Guatemala, dan El Salvador tercatat menjadi negara yang mulai memasuki pasar atau melanjutkan pembelian kembali setelah sempat pasif selama beberapa tahun.

"Basis tempat bank sentral membeli emas semakin meluas," tambahnya.