PT Nindya Karya (Persero) mendukung penyesuaian rencana pembangunan fasilitas di kawasan Indonesia Paralympic Training Center (IPTC) di Karanganyar, Jawa Tengah.

Dukungan tersebut disampaikan seiring kunjungan kerja Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo ke proyek IPTC pada Senin (15/6/2026).

>>> Polisi Pastikan Empat Korban di Temanggung Tewas Keracunan Karbon Monoksida

Sebagai kontraktor pelaksana, Nindya Karya menyambut baik arah pengembangan lanjutan yang berfokus pada kebutuhan atlet difabel.

Menteri Dody menyampaikan adanya penyesuaian prioritas pembangunan, yaitu Gedung Edukasi dan Gelanggang Olahraga (GOR) Tahap II yang dinilai lebih mendesak.

Keputusan itu diambil berdasarkan kebutuhan aktual yang disampaikan oleh National Paralympic Committee (NPC) Indonesia.

Gedung Edukasi yang akan dibangun dirancang memiliki kapasitas sekitar 400 orang.

Selain itu, pemerintah memprioritaskan training center untuk cabang olahraga beregu, pembangunan skybridge, serta penyediaan genset hybrid.

"Pasti kita bangun skybridge. Jadi nanti supaya teman-teman tidak kesulitan untuk moving ke tempat lainnya.

Terkait genset hybrid, kemarin sebetulnya harusnya sudah ada, namun karena ada penambahan kuota daya, sempat ditunda.

>>> Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 17.728 per Dolar AS pada 17 Juni 2026

Sekarang ini menjadi prioritas," ujar Dody dalam keterangan tertulis, Rabu (17/6/2026).

Pengembangan Berorientasi pada Pengguna

Nindya Karya menilai penyesuaian ini menunjukkan pembangunan tidak hanya berfokus pada penyediaan infrastruktur, tetapi juga memastikan fasilitas dapat dimanfaatkan secara optimal oleh atlet paralimpiade nasional.

Pembangunan fasilitas tambahan akan melengkapi kawasan IPTC yang saat ini berdiri di atas lahan seluas lebih dari 80.000 meter persegi.

Kawasan ini sudah dilengkapi berbagai sarana olahraga berstandar internasional, mulai dari arena cabang olahraga paralimpiade, kolam renang, lapangan sepak bola, lintasan atletik, hingga hunian atlet.

Sinergi Pusat Pembinaan Inklusif

Kawasan IPTC terus dikembangkan sebagai pusat pembinaan olahraga paralimpiade yang modern, inklusif, dan berstandar internasional melalui sinergi pemerintah, NPC Indonesia, dan Nindya Karya.

Bagi Nindya Karya, keterlibatan dalam proyek ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan fasilitas olahraga yang mendukung kemajuan olahraga paralimpiade nasional.

>>> Menag Ajak Umat Islam Transformasi Diri di Tahun Baru Hijriah

Nindya Karya merupakan BUMN yang bergerak di bidang general contractor, engineering procurement construction (EPC), dan investasi, dengan empat pilar bisnis utama: konstruksi, investasi, manufaktur, dan real estate management.