Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo melakukan penyesuaian terhadap rencana pembangunan lanjutan Indonesia Paralympic Training Center (IPTC).

Langkah ini diambil saat ia mengunjungi proyek IPTC pada Senin (15/6/2026).

>>> Chelsea Evaluasi Masa Depan Nicolas Jackson Usai Kembali dari Bayern

Penyesuaian dilakukan untuk memprioritaskan pembangunan yang lebih mendesak bagi pembinaan atlet. Fokus utama meliputi gedung edukasi dan gelanggang olahraga (GOR) tahap II.

Keputusan ini didasarkan pada kebutuhan aktual yang diajukan oleh National Paralympic Committee (NPC) Indonesia. Pemerintah kini mengutamakan pembangunan training center untuk cabang olahraga beregu.

Selain itu, gedung edukasi berkapasitas sekitar 400 orang juga menjadi prioritas. Penguatan sistem kelistrikan melalui genset hybrid serta jembatan penghubung antarbangunan turut direncanakan.

Penambahan fasilitas ini akan melengkapi kawasan IPTC yang saat ini menempati lahan seluas lebih dari 80 ribu meter persegi.

>>> Prancis Terapkan Strategi Menyerang Lawan Senegal di Piala Dunia 2026

Kawasan tersebut sudah memiliki sarana olahraga berstandar internasional, lintasan atletik, kolam renang, lapangan sepak bola, hingga hunian atlet.

"Pasti kita bangun skybridge. Jadi nanti supaya teman-teman tidak kesulitan untuk moving (berpindah) ke tempat lainnya.

Terkait genset hybrid, kemarin sebetulnya harusnya sudah ada, namun karena ada penambahan kuota daya, sempat ditunda. Sekarang ini menjadi prioritas," ujar Dody Hanggodo.

Kontraktor pelaksana, PT Nindya Karya (Persero), menyambut baik arahan pengembangan lanjutan ini.

>>> Prancis Hadapi Senegal di Laga Perdana Grup I Piala Dunia 2026

Penyesuaian dinilai sebagai bentuk komitmen bersama untuk memberikan manfaat optimal dan berkelanjutan bagi pembinaan atlet difabel di Indonesia.