Pemerintah terus mengembangkan fasilitas pelatihan atlet paralimpiade Indonesia melalui pembangunan lanjutan Indonesia Paralympic Training Center (IPTC) di Karanganyar, Jawa Tengah.

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menyatakan bahwa prioritas pembangunan berikutnya adalah Gedung Edukasi dan Gelanggang Olahraga (GOR) Tahap II.

>>> PBNU Tetapkan Awal Muharram 1448 H Jatuh pada Rabu, 17 Juni 2026

Keputusan ini didasarkan pada kebutuhan aktual yang disampaikan oleh National Paralympic Committee (NPC) Indonesia.

Gedung edukasi direncanakan berkapasitas sekitar 400 orang.

Selain itu, pemerintah juga memprioritaskan pembangunan pusat pelatihan untuk cabang olahraga beregu, skybridge penghubung antar bangunan, dan penguatan sistem kelistrikan dengan genset hybrid.

"Supaya teman-teman tidak kesulitan untuk moving (berpindah). Terkait genset hybrid, kemarin sebetulnya harusnya sudah ada, namun karena ada penambahan kuota daya, sempat ditunda.

Sekarang ini menjadi prioritas," ujar Dody.

>>> Inggris Larang Anak di Bawah 16 Tahun Akses Media Sosial

Kontraktor pelaksana proyek, PT Nindya Karya (Persero), menyambut baik arah pengembangan yang fokus pada pemenuhan kebutuhan pengguna fasilitas.

Nindya Karya menilai penyesuaian ini sejalan dengan komitmennya mendukung pemerintah memastikan setiap pembangunan memberikan manfaat optimal dan berkelanjutan bagi atlet difabel Indonesia.

Pembangunan fasilitas tambahan akan melengkapi kawasan IPTC yang saat ini telah berdiri di atas lahan seluas 80 ribu meter persegi.

Fasilitas yang sudah ada mencakup arena berbagai cabang olahraga paralimpiade, kolam renang, lapangan sepak bola, lintasan atletik, dan hunian atlet yang dirancang aksesibel.

>>> Leo/Daniel Juara Thailand Open 2026, Kalahkan Unggulan India

Pemerintah berharap pengembangan IPTC dapat memperkuat ekosistem pembinaan olahraga paralimpiade nasional dan mendukung persiapan atlet Indonesia menghadapi ajang internasional.