Komisi V DPR RI menyatakan optimisme bahwa proyek pembangunan Sekolah Rakyat Jabar II di Desa Sukamahi, Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, akan rampung tepat waktu.

Fasilitas pendidikan ini ditargetkan siap digunakan sebelum Tahun Ajaran 2026/2027 dimulai.

>>> Warren Buffett Rombak Portofolio, Ambil Posisi Baru di Sektor Properti dan Kesehatan

Keyakinan tersebut muncul setelah Komisi V DPR RI melakukan Kunjungan Kerja Spesifik ke lokasi proyek pada Jumat (12/6) lalu.

Kunjungan itu bertujuan memantau langsung perkembangan pembangunan yang dikerjakan oleh PT Brantas Abipraya (Persero).

Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Syaiful Huda, memberikan penilaian positif terhadap progres di lapangan.

Meski durasi pengerjaan terbatas, ia mengingatkan agar kualitas bangunan tetap menjadi prioritas utama.

Komisi V DPR RI meminta Brantas Abipraya bersama Direktorat Jenderal Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melakukan pengawasan ketat hingga konstruksi rampung.

Rombongan Komisi V DPR RI juga memeriksa sejumlah fasilitas inti, seperti ruang kelas, hunian rusun untuk guru, asrama putra dan putri, serta area dapur.

Integrasi tata ruang menjadi fokus penting karena Sekolah Rakyat dirancang dengan konsep boarding school yang mengintegrasikan jenjang SD, SMP, hingga SMA.

>>> IHSG dan Rupiah Melonjak Imbas Kesepakatan Damai AS-Iran

Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya, Dian Sovana, mengapresiasi perhatian dan fungsi pengawasan dari Komisi V DPR RI.

“Masukan yang disampaikan menjadi motivasi bagi Brantas Abipraya untuk terus menjaga kualitas pekerjaan sekaligus memastikan penyelesaian proyek sesuai target,” ujar Dian dalam keterangan rilis di Jakarta, Senin (15/6/2026).

Ia menambahkan, proyek Sekolah Rakyat Jabar II saat ini sudah memasuki fase penyelesaian akhir.

Kerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan terus dipacu demi mengoptimalkan fungsi fasilitas tepat saat tahun ajaran baru bergulir.

Gedung Sekolah Rakyat Jabar II diproyeksikan menampung 900 hingga 1.080 peserta didik yang terbagi ke dalam 36 rombongan belajar.

Program ini digulirkan pemerintah untuk memberikan akses pendidikan gratis bagi masyarakat kategori desil 1 dan desil 2 atau kelompok miskin ekstrem.

Langkah ini diharapkan memperluas keterjangkauan pendidikan dan membentuk generasi penerus yang berdaya saing melalui ekosistem belajar terpadu.

>>> Santai Seaplane Resmi Operasikan Pesawat Amfibi di Banyuwangi

“Sekolah Rakyat merupakan program yang memiliki dampak sosial sangat besar karena membuka akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat yang membutuhkan,” tutup Dian.