Investor legendaris Warren Buffett kembali melakukan perombakan portofolio melalui Berkshire Hathaway. Langkah ini diambil untuk menghadapi ketidakpastian ekonomi global.

Buffett tetap mempertahankan sejumlah saham besar yang menjadi tulang punggung portofolio. Apple masih menjadi posisi teratas meskipun ada pengurangan kepemilikan.

>>> IHSG dan Rupiah Melonjak Imbas Kesepakatan Damai AS-Iran

American Express dipertahankan sejak 1991 tanpa pernah dijual. Bank of America juga masih ada meskipun kepemilikannya berkurang lebih dari 4 persen pada kuartal kedua 2025.

Coca-Cola yang dibeli sejak 1988 tetap dipegang penuh, menunjukkan konsistensi filosofi buy and hold. Chevron justru mendapat tambahan kepemilikan baru.

Langkah Taktis Membuka Posisi Baru

Buffett mulai merambah sektor properti dengan membeli saham Lennar dan D. R.

Horton. Ia juga membeli saham produsen baja Nucor dalam jumlah signifikan.

>>> Santai Seaplane Resmi Operasikan Pesawat Amfibi di Banyuwangi

Keputusan paling mengejutkan adalah pembelian besar pada UnitedHealth Group senilai lebih dari 1,6 miliar dolar AS. Langkah ini diambil meskipun saham sektor kesehatan sedang tertekan.

Buffett juga memperbesar kepemilikan di Constellation Brands dan menggandakan posisi di Pool Corp untuk menangkap peluang jangka panjang di sektor konsumen.

Konsistensi Filosofi Investasi

Filosofi investasi Buffett tidak berubah. Ia tetap fokus pada sejumlah kecil perusahaan dengan keunggulan kompetitif jelas, bukan diversifikasi berlebihan.

Pada kuartal terbaru, Berkshire Hathaway menyiapkan cadangan kas besar mencapai 344,1 miliar dolar AS. Dana ini memberi fleksibilitas untuk membeli saat pasar tertekan.

>>> Daftar Hari Besar Nasional dan Internasional Maret 2026 Hadirkan Banyak Libur

Strategi tersebut sejalan dengan prinsip klasik Buffett: membeli saat orang lain takut dan memegang investasi jangka panjang pada perusahaan berkeunggulan bisnis berkelanjutan.