Kebutuhan nutrisi perempuan selama kehamilan meningkat signifikan untuk mendukung tumbuh kembang janin secara optimal.

Salah satu zat gizi krusial adalah vitamin E, antioksidan kuat yang melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.

>>> Justin Gaethje Rebut Sabuk Juara Kelas Ringan UFC Freedom 250

Vitamin E terdiri dari delapan bentuk, dengan alfa-tokoferol sebagai bentuk paling aktif dan antioksidan biologis utama.

Sumber alami vitamin E meliputi minyak nabati (bunga matahari, canola, zaitun), kacang-kacangan (almond, kacang tanah), biji-bijian, kecambah gandum, dan sayuran berdaun hijau.

Selama kehamilan, tubuh bekerja lebih keras sehingga perlindungan terhadap stres oksidatif menjadi sangat penting.

Angka Kecukupan Gizi (AKG) untuk ibu hamil adalah 15 mg alfa-tokoferol per hari, setara dengan 22 IU vitamin E alami atau 33 IU vitamin E sintetis.

Ibu menyusui membutuhkan lebih banyak, yaitu sekitar 28 IU vitamin E alami atau 42 IU sintetis.

>>> Viva Cosmetics Rilis Ragam Milk Cleanser yang Aman Sejak Usia 11 Tahun

Batas maksimal asupan yang masih aman dari suplemen adalah 1.000 mg per hari.

Mayoritas ibu hamil dapat memenuhi kebutuhan vitamin E melalui pola makan seimbang, sehingga suplemen tambahan umumnya tidak diperlukan.

Tinjauan ilmiah dalam Cochrane Database of Systematic Reviews menyatakan suplemen vitamin E belum terbukti signifikan mencegah komplikasi kehamilan pada populasi umum.

Sebaiknya periksa kandungan vitamin prenatal sebelum mengonsumsi suplemen baru, karena sebagian besar sudah mengandung vitamin E dengan dosis tepat.

Risiko Kelebihan Dosis

Konsumsi suplemen dosis tinggi tanpa pengawasan medis tidak dianjurkan karena dapat meningkatkan risiko gangguan perdarahan.

>>> Bursa Saham AS Menguat Didorong Kesepakatan Awal Washington dan Teheran

Dokter hanya akan meresepkan suplemen tambahan pada kondisi tertentu, seperti gangguan penyerapan nutrisi atau pola makan sangat terbatas.