Masa kehamilan merupakan fase krusial dalam kehidupan seorang perempuan. Pada periode ini, tubuh bekerja lebih keras untuk mendukung pertumbuhan janin.

Konsumsi makanan saat hamil bukan sekadar mengisi perut, melainkan investasi jangka panjang bagi kesehatan ibu dan bayi.

>>> Sean Gelael Start Kelima di Le Mans 24 Jam

Periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) sejak dalam kandungan hingga anak berusia dua tahun dikenal sebagai masa emas yang tidak terulang.

Mengatasi Mual dan Turunnya Nafsu Makan

Pada trimester awal, banyak ibu hamil mengalami mual dan penurunan nafsu makan.

Kondisi ini dipicu oleh peningkatan hormon hCG dan estrogen yang memicu morning sickness serta meningkatkan sensitivitas penciuman.

Untuk menyiasatinya, pola makan dapat diubah menjadi porsi kecil tetapi lebih sering.

Jika nasi sulit dikonsumsi, sumber karbohidrat lain seperti jagung, kentang, ubi, singkong, atau bihun bisa menjadi alternatif.

Camilan sehat seperti biskuit, buah-buahan (alpukat, apel, pir, pepaya, mangga), bubur kacang hijau, edamame, oatmeal, atau roti gandum juga dapat membantu.

Makanan hangat seperti sup atau makanan dingin seperti jus dan puding bisa disesuaikan dengan kondisi tubuh.

Yang terpenting, usahakan perut tidak kosong terlalu lama dan prioritaskan kualitas nutrisi, bukan sekadar rasa kenyang.

Pentingnya Vitamin dari Dokter

Dalam setiap pemeriksaan kehamilan, dokter biasanya memberikan suplemen yang perlu dikonsumsi rutin. Namun, tidak semua ibu hamil langsung disiplin menjalaninya.

Jika suplemen terasa tidak cocok, sebaiknya dikonsultasikan kembali. Tersedia berbagai bentuk suplemen, termasuk tablet effervescent yang lebih mudah dikonsumsi.

Suplemen kehamilan berfungsi melengkapi kebutuhan nutrisi yang mungkin tidak terpenuhi dari makanan sehari-hari.

Kandungan seperti asam folat penting untuk mencegah cacat tabung saraf, sementara zat besi membantu mencegah anemia.