Hari Anak Nasional mengingatkan bahwa hak anak tidak hanya soal perlindungan, tetapi juga kesempatan belajar, bermain, dan berkembang.

Orang tua dan masyarakat perlu memberi ruang bagi anak untuk mengembangkan kreativitas, minat, bakat, serta kepedulian sosial.

>>> Gap Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Jika Tak Bersiap

Semangat ini dihadirkan dalam Bogor EduFest 2026 yang berlangsung pada 24–26 Juli 2026 di Ground Floor Lippo Plaza Keboen Raya Bogor.

Acara ini menggabungkan pameran pendidikan, aktivitas kreatif, pertunjukan seni, kegiatan sosial, dan layanan publik.

Pameran Pendidikan dan Layanan Publik

Melalui Education Exhibition, masyarakat dapat mengenal berbagai pilihan pendidikan formal dan non-formal.

Orang tua bisa memperoleh informasi langsung tentang pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan anak.

Kolaborasi dengan Dinas Pendidikan, DP3A, dan Disdukcapil Kota Bogor menghadirkan layanan pembuatan KIA, Akta Kelahiran, dan aktivasi IKD.

Layanan ini menunjukkan bahwa dukungan terhadap anak dimulai dari hal mendasar seperti identitas hukum dan akses publik.

Kegiatan Sosial dan Kreatif

Program Book & Toys Drop Donation Box mengajak pengunjung menyumbangkan buku dan mainan layak pakai untuk Taman Bacaan Masyarakat dan yayasan.

Inisiatif ini mengenalkan nilai berbagi dan kepedulian kepada anak.

>>> BI Genjot Investasi Sumatera, Ekonomi Diproyeksi Tumbuh di Atas 5%

Selama tiga hari, tersedia kompetisi mewarnai, dekorasi cupcake, storytelling, eksperimen, digital art, workshop ecoprint, dan pertunjukan budaya.

Orang tua juga dapat mengikuti Parenting Talkshow bertajuk “Menjadi Orang Tua yang Hadir: Pola Asuh Positif untuk Tumbuh Kembang Anak”.

Dedy Lumintang, Regional Mall Director Lippo Plaza Bogor, mengatakan Bogor EduFest 2026 dirancang sebagai ruang kolaborasi yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Kami ingin menghadirkan festival yang edukatif, menghibur, dan berdampak positif.

Momentum Hari Anak Nasional tepat untuk mendukung tumbuh kembang anak, memperluas akses informasi pendidikan, serta mendekatkan layanan publik kepada keluarga,” ujar Dedy.

Dukungan terhadap anak Indonesia membutuhkan keterlibatan banyak pihak.

Ruang belajar menyenangkan, pola asuh positif, akses pendidikan, perlindungan, layanan publik, dan kesempatan berekspresi saling melengkapi.

>>> Pakar Hukum: Penggeledahan Mendadak Kasus Febrie Sah Secara Prosedur

Melalui kolaborasi luas, Hari Anak Nasional tidak sekadar seremoni, tetapi pengingat bahwa setiap anak butuh lingkungan untuk tumbuh, belajar, dan berkarya.