Netflix dilaporkan hampir membatalkan serial dokumenter Michael Jackson: The Verdict hanya sepekan sebelum jadwal tayang, meskipun akhirnya menjadi salah satu rilis dokumenter terbesar platform itu tahun ini.

Menurut laporan eksklusif, para eksekutif senior Netflix sempat memperdebatkan pembatalan serial tiga bagian itu karena khawatir pihak estate Michael Jackson akan mengambil tindakan hukum.

>>> Yeonjun TXT Gelar Penampilan Solo Perdana di AS Kolaborasi dengan Billboard

Mereka juga mengantisipasi reaksi keras dari penggemar setia sang mendiang penyanyi.

Dokumenter tersebut akhirnya tayang perdana pada 3 Juni lalu. Namun, ketidakpastian di balik layar menyoroti tantangan yang dihadapi platform streaming saat memproduksi proyek tentang tokoh kontroversial.

Kekhawatiran Gugatan Hukum

Menurut Variety, sejumlah sumber anonim mengklaim bahwa eksekutif Netflix mengalami keraguan sesaat sebelum peluncuran. Mereka bahkan membahas pembatalan proyek setelah trailernya dirilis.

“Akan sangat memalukan jika menarik serial setelah merilis trailer — itu akan menjadi berita besar,” kata salah satu sumber kepada Variety.

Sumber lain mengatakan kekhawatiran terbesar Netflix bukanlah kritik dari penggemar, melainkan kemungkinan tuntutan hukum dari pihak estate Michael Jackson.

“Mereka takut akan gugatan dari estate, bukan dari penggemar. Netflix benar-benar takut dengan kekuatan finansial mereka,” ujarnya.

Pihak estate Michael Jackson sebelumnya telah mengambil tindakan hukum terhadap perusahaan media atas dokumenter tentang sang penyanyi.

Mereka berhasil menggugat HBO melalui arbitrase terkait Leaving Neverland, yang kemudian dihapus dari HBO Max pada 2024.

Mereka juga menggugat ABC setelah tayangan The Last Days of Michael Jackson yang berakhir dengan penyelesaian di luar pengadilan.

Meskipun demikian, Variety melaporkan bahwa Netflix belum menerima komunikasi hukum apa pun dari pihak estate mengenai Michael Jackson: The Verdict sejak perilisannya.