Leader BTS, RM (Kim Namjoon), memberikan pandangan jujur tentang filosofi kepemimpinannya dalam wawancara dengan desainer mode asal Inggris, Bella Freud, yang dirilis pada 22 Juli 2026.

Ia membahas bagaimana perspektifnya tentang kesuksesan dan kepemimpinan telah matang seiring transformasi BTS dari grup ambisius menjadi ikon budaya global.

>>> Jaadugar: A Witch in Mongolia Tayang Perdana di Japan Expo 2026, Siap Rilis Global di Crunchyroll

Analogi Jendela Terbuka dan Evolusi Gaya Kepemimpinan RM

RM menggunakan metafora yang jelas untuk menggambarkan perannya sebagai pemimpin: "Jika semua orang berbaring di sofa dan tidak ada yang bergerak untuk menutupnya, seseorang harus bangun lebih dulu."

Baginya, mengambil inisiatif untuk menyelesaikan situasi tidak nyaman—dilambangkan dengan menutup jendela terbuka di ruangan dingin—mendefinisikan peran fundamental kepemimpinan.

Merenungkan evolusinya selama lebih dari satu dekade memimpin BTS, RM mengakui bahwa pendekatan awalnya jauh lebih intens.

Delapan hingga sembilan tahun pertama sebagai leader ia gambarkan sebagai periode yang kuat dan agak egois, didorong oleh tuntutan langsung untuk membangun grup.

Saat anggota mulai membangun identitas artistik dan karier solo mereka sendiri, RM menyadari gaya kepemimpinan top-down awalnya tidak lagi efektif.

Ia beralih ke cara berkomunikasi yang lebih kolaboratif dan terbuka dengan rekan-rekannya.

RM berbagi bahwa pengakuan dari anggota lain—saat mereka mengungkapkan rasa terima kasih atas usahanya—langsung meringankan beban berat yang ia pikul selama bertahun-tahun.

>>> Kronologi Meninggalnya Jubir IKN Troy Pantouw di Rusun ASN Nusantara

Ia menghubungkan pelepasan emosional ini dengan album solonya tahun 2024, Right Place, Wrong Person, di mana ia sengaja fokus menjauh dari tekanan untuk selalu sukses dan belajar menerima pola pikir yang lebih santai.