Polres Siak tengah menyelidiki laporan dugaan penganiayaan yang dialami jurnalis Tribun Pekanbaru, Mayonal Putra.

Peristiwa itu terjadi saat ia melakukan konfirmasi terkait pengangkatan pejabat di PT Permodalan Siak (Persi).

>>> Perusahaan AI Beli Buku Antik untuk Data Pelatihan, Lalu Hancurkan

Mayonal melaporkan kejadian tersebut sekitar tiga hari setelah insiden. Laporan kini telah memasuki proses penyelidikan.

Peristiwa berawal pada 19 Mei 2026 ketika Mayonal bertemu Direktur PT Persi, M. Nasir, di sebuah kedai kopi di Kota Siak.

Pertemuan itu untuk meminta penjelasan mengenai pengangkatan Robi Cahyadi sebagai Kepala Divisi PT Persi.

Sebelumnya, Mayonal mendapat informasi bahwa Robi Cahyadi, yang dikenal sebagai Sekretaris DPD II Partai Golkar Kabupaten Siak, ditunjuk menduduki jabatan tersebut.

Ia kemudian menelusuri informasi itu sebagai bagian dari peliputan.

Mayonal mengaku telah menghubungi M. Nasir untuk meminta konfirmasi.

Saat itu, M. Nasir membenarkan pengangkatan tersebut, namun meminta pertemuan langsung karena sedang berada di Pekanbaru.

“Saya lagi di Pekanbaru. Mak saya lagi sakit.

Tunggu saja di Siak kita jumpa,” ujar Mayonal menirukan percakapannya dengan M. Nasir.

Pertemuan akhirnya berlangsung pada malam 19 Mei 2026.

Dalam pertemuan itu, Mayonal mengajukan sejumlah pertanyaan mengenai proses pengangkatan Robi Cahyadi, termasuk statusnya sebagai pengurus partai politik, mekanisme rekrutmen, dan keterbukaan penerimaan jabatan.

Menurut Mayonal, M. Nasir menjelaskan bahwa Robi telah mengundurkan diri dari partai politik sebelum bergabung dengan perusahaan.

Proses rekrutmen dilakukan melalui tahapan administrasi, meski tidak diumumkan secara terbuka.

>>> Valter Walker Minta Gaji Lebih Besar Usai Menang Submission di UFC Abu Dhabi

Di tengah wawancara, beberapa orang datang dan duduk di sekitar lokasi. Tidak lama kemudian, situasi berubah.