Sebuah kapal pompong tenggelam di perairan Tanjung Buton, Kabupaten Siak, Riau, pada Selasa (7/7). Kecelakaan itu mengakibatkan tiga orang meninggal dunia dan satu orang masih dalam pencarian.

Kepala KSOP Kelas II Tanjung Buton, Pujo Kurnianto, menjelaskan kronologi kejadian.

>>> Purbaya Akui IKN Masih Kalah dari Bali Soal Potensi Pusat Finansial Internasional

Peristiwa terjadi saat petugas bea cukai, pemilik barang, dan surveyor melakukan draft survey ke kapal induk menggunakan kapal kecil bernama Gading Dua.

"Di tengah kegiatan itu arusnya kencang, jadi kapal pompong tidak kuat, akhirnya terbalik pada saat melakukan draft survey," kata Pujo.

Tim gabungan dari Basarnas, Polres Siak, Polairud, KPLP, KSOP Tanjung Buton, dan masyarakat masih terus melakukan pencarian terhadap korban yang hilang.

Korban Selamat dan Meninggal

Kapolres Siak AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar mengatakan pihaknya masih mendalami peristiwa tersebut. "Intinya saat itu mereka sedang melakukan survey dan merapat ke kapal besar pengangkut cangkang.

>>> Asus Luncurkan Speaker Bluetooth 10W dengan Bluetooth 6.0 dan Baterai 10 Jam

Ada ombak besar yang membuat kapal tenggelam," ujarnya.

Korban selamat adalah nakhoda KM Gading Dua, Aprizal (32); agen PT Segara Mitra Abadi, Hamdy (32); dan C/O MV HIMALA, Lewi Marvie Yuson (34).

Sementara korban meninggal dunia adalah surveyor PT Carsurin, Ilham Syahputra Siregar (29); petugas bea cukai Pekanbaru, Aditia Waskita (27); dan pemilik barang dari PT Kimi, Desmond Nataldo (44).

>>> Belgia Bantai AS 4-1, Kontroversi Balogun Tak Berpengaruh

Satu korban lain, surveyor PT Sucofindo, Febri (30), masih dalam pencarian.