Perusahaan kecerdasan buatan (AI) kini membeli buku-buku antik dalam jumlah besar, memindai isinya untuk melatih model bahasa, lalu menghancurkan buku-buku tersebut.

Praktik ini memanfaatkan doktrin penjualan pertama yang memungkinkan pembeli melakukan apa pun terhadap barang yang dibeli tanpa izin pemegang hak cipta.

>>> Valter Walker Minta Gaji Lebih Besar Usai Menang Submission di UFC Abu Dhabi

Anthropic, misalnya, menggunakan mesin pemotong hidrolik untuk merobek halaman buku bekas, lalu memindainya dengan peralatan industri.

Seorang hakim menyatakan tindakan tersebut bersifat transformatif dan dilindungi oleh fair use karena mengubah buku fisik menjadi digital, bukan mendistribusikan salinan baru.

Bisnis Baru ISBNdb

ISBNdb, yang sebelumnya membantu perpustakaan dan toko buku, kini membantu perusahaan AI membeli 1.000 hingga 1 juta buku per pesanan.

Perusahaan itu menjanjikan kerahasiaan pembeli dan menyebut buku cetak pra-2022 bebas dari kontaminasi tulisan AI.

>>> RM BTS Bicara Kepemimpinan dan Perspektif dalam Wawancara Bella Freud

Seorang penjual buku kecil melaporkan penjualan melonjak dari 20 buku per minggu menjadi ratusan, dan ia curiga pembelinya adalah laboratorium AI.

Ia mengaku memiliki perasaan campur aduk: diuntungkan secara finansial, tetapi tidak suka buku langka dimusnahkan.

Ancaman terhadap Buku Langka

Penjual buku antik di Belanda juga kebanjiran pesanan massal yang diduga dari perusahaan AI.

Layanan seperti ISBNdb memfasilitasi pembelian anonim, sehingga penjual hanya bisa berspekulasi tentang identitas pembeli.

>>> Jaadugar: A Witch in Mongolia Tayang Perdana di Japan Expo 2026, Siap Rilis Global di Crunchyroll

Praktik ini menimbulkan kekhawatiran akan hilangnya buku-buku langka yang mungkin hanya tersisa beberapa eksemplar.