Anime sejarah Jaadugar: A Witch in Mongolia (judul Jepang: Tenmaku no Ja’dugar) sukses menggelar pemutaran perdana internasional di Japan Expo 2026 di Paris.

Acara tersebut menampilkan empat episode pertama, termasuk Episode 3 dan 4 yang belum pernah ditayangkan sebelumnya.

>>> Kronologi Meninggalnya Jubir IKN Troy Pantouw di Rusun ASN Nusantara

Pemutaran ini disambut antusias oleh penonton yang memadati ruang premiere. Hal ini menunjukkan minat global yang tinggi terhadap serial tersebut menjelang perilisan resminya di Crunchyroll.

Setelah pemutaran, produser TV Asahi Kazuki Endo hadir dalam sesi panggung khusus. Ia membahas proses produksi anime dan mengungkapkan bahwa autentisitas menjadi prioritas utama tim.

Science SARU Fokus pada Autentisitas Sejarah

Endo mengungkapkan bahwa Science SARU dipilih untuk mengadaptasi serial ini karena gaya animasi dan pendekatan bercerita yang khas.

Proyek ini dipimpin oleh Sutradara Eksekutif Naoko Yamada dan Sutradara Abel Góngora.

>>> Palworld 1.0 Buktikan Daya Tahan, Raup 803.078 Pemain Steam Dua Pekan Setelah Rilis

Tim produksi melakukan riset mendalam, termasuk homestay di dalam ger tradisional Mongolia.

Pengalaman ini membantu para kreator memahami budaya, arsitektur, dan kehidupan sehari-hari Mongolia, yang kemudian direfleksikan dalam anime.

Pemutaran perdana internasional ini menegaskan meningkatnya permintaan akan anime sejarah dengan penceritaan yang berakar pada budaya.

Dengan riset ekstensif dan animasi Science SARU yang diakui, Jaadugar: A Witch in Mongolia menawarkan perspektif segar tentang latar sejarah yang jarang dieksplorasi.

>>> The East Palace Sukses Besar, Jadi No.1 di 17 Negara Tujuh Tahun Setelah Kingdom

Serial ini kini sudah tersedia secara global di Crunchyroll di lebih dari 200 negara dan wilayah.