Serial fantasi sejarah orisinal Netflix, The East Palace, berhasil mencuri perhatian global. Tujuh tahun setelah Kingdom, ini menjadi drama periode besar pertama Netflix yang sukses.

Delapan episode thriller fantasi gelap ini dirilis penuh pada 17 Juli. Serial ini menggabungkan drama sejarah era Joseon dengan horor okultisme dan aksi.

>>> Presiden AFA Akui Argentina Kalah dari Spanyol: Kami Sakit Hati

Menurut platform peringkat OTT global FlixPatrol pada 23 Juli, The East Palace mengumpulkan 554 poin. Serial ini menduduki peringkat kedua di peringkat global acara TV Netflix.

The East Palace mengalahkan drama Jumat-Sabtu SBS, Agent Kim Reactivated, yang turun ke peringkat ketiga dengan 442 poin.

Serial ini juga meraih peringkat pertama di 17 negara, termasuk Korea Selatan, Vietnam, Thailand, Taiwan, Hong Kong, Singapura, dan Malaysia.

Popularitasnya kuat di Asia dan masuk Top 10 di 83 negara.

Di dalam negeri, peringkat FUNdex Good Data Corporation untuk pekan ketiga Juli menempatkan serial ini di peringkat pertama dalam buzz keseluruhan.

Kisah, Akting, dan Dampak Global

Kisahnya mengikuti Gu Cheon (diperankan Nam Joo Hyuk), seorang pria yang bisa melintasi alam hidup dan mati.

Ia bersama Saeng Gang (Roh Yoon Seo), seorang dayang istana yang menyembunyikan rahasia.

Atas perintah Raja (Cho Seung Woo), mereka menyelidiki kutukan gelap yang menghantui Istana Timur. Kutukan itu muncul setelah putra mahkota kerajaan meninggal satu per satu secara misterius.

Beredar rumor bahwa hantu kolam yang menginginkan darah kerajaan telah mengutuk istana. Raja yang skeptis pun meminta bantuan supranatural saat keadaan tak terkendali.

Judul The East Palace memiliki makna ganda, merujuk pada kediaman putra mahkota dan tempat dosa tersembunyi keluarga kerajaan menumpuk.