Kyoto Animation (KyoAni) memasuki babak baru dengan merilis Sparks of Tomorrow, anime orisinal yang tayang perdana pada 5 Juli lalu.

Proyek ini awalnya diumumkan pada 2018, namun baru mendapat perkembangan signifikan pada 2025.

>>> Caitlin Clark Jadi Pemain WNBA Pertama di Sampul Global NBA 2K27

Dalam wawancara dengan Anime News Network, sutradara Minoru Ōta dan produser Satori Senami berbagi cerita di balik layar produksi.

Ōta, yang bergabung dengan KyoAni pada 2009, mengaku pengalamannya sebagai staf drawing (sakuga) sangat membantunya memahami cara berpikir animator.

Meski tidak ada program mentorship resmi, Ōta menyebut budaya di KyoAni mendorong para sutradara senior untuk secara organik membimbing generasi muda.

"Mereka memberi banyak saran, tidak hanya soal pekerjaan, tapi juga cara berkomunikasi dengan departemen lain," ujarnya.

Filosofi Produksi dan Tantangan Kreatif

Senami, yang telah berkarier dua dekade di KyoAni, menjelaskan bahwa studio selalu mengutamakan kualitas karya dan kesejahteraan kreator.

"Kami mendekati Sparks of Tomorrow dengan filosofi yang sama: bekerja bersama kreator untuk menghasilkan karya berkualitas tinggi," katanya.

Sebagai produser, Senami bertanggung jawab membentuk komite produksi, menyusun anggaran, dan berkoordinasi dengan berbagai pihak. Ia menekankan pentingnya memahami kelebihan masing-masing anggota tim.

"Setiap kreator punya keahlian dan kesukaan berbeda. Jangan beri adegan aksi pada orang yang tidak ahli di bidang itu," tambah Ōta.

Sparks of Tomorrow mengambil latar Kyoto alternatif era Meiji 1907 dengan teknologi uap yang maju.

Ōta bekerja sama dengan Takaaki Suzuki, yang juga menangani latar Violet Evergarden, untuk menciptakan dunia yang terasa hidup namun tidak stagnan.

>>> Kalshi Luncurkan Midterms Hub untuk Pantau Peluang Pemilu Kongres AS