Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan terhadap Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini. Penangkapan ini menambah daftar panjang kepala daerah yang tersandung kasus korupsi.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengaku prihatin dengan masih banyaknya kepala daerah yang terjerat korupsi. Padahal, mereka telah mengikuti berbagai program pembinaan antikorupsi yang disiapkan Presiden Prabowo Subianto.

>>> Samsung Resmi Luncurkan Galaxy Watch Ultra 2 dan Watch 9 dengan Chip Snapdragon Wear Elite

"Ya saya prihatin karena kepala daerah sudah kita berikan retret, kemudian pembekalan awal, kemudian juga sudah dibuatkan sistem keuangan lebih transparan, kemudian juga pembinaan-pembinaan telah dilakukan," kata Tito, Kamis (23/7/2026).

Menurut Tito, Presiden Prabowo juga telah memberikan peringatan langsung kepada para kepala daerah agar menjauhi korupsi. Namun, faktor integritas pribadi tetap menjadi penentu utama.

"Pernah dikumpulkan juga oleh Bapak Presiden di Sentul, masih terjadi juga, kita kan nggak bisa, pertama mereka memang dipilih rakyat ya rekrutmennya.

Kedua, kembali ke integritas masing-masing orang," ujarnya.

Lalu Ahmad Zaini sebelumnya mengikuti retret kepemimpinan di Akademi Militer Magelang. Dalam kegiatan tersebut, para kepala daerah mendapatkan pembekalan mengenai tata kelola pemerintahan, integritas, serta komitmen pemberantasan korupsi.

Selain retret, para kepala daerah juga sempat dikumpulkan presiden dalam forum di Sentul. Hal itu dilakukan agar mereka menerima arahan langsung mengenai penyelenggaraan pemerintahan yang bersih.

Lalu Ahmad Zaini menjadi kepala daerah ke-16 yang terjerat perkara korupsi.

>>> Perusahaan AI Sembunyikan Utang Raksasa di Luar Neraca

Modus yang digunakan beragam, mulai dari suap proyek, gratifikasi, pemerasan, jual beli jabatan, hingga konflik kepentingan dalam pengadaan barang dan jasa.