Lebih dari 500 mantan jurnalis dan delapan organisasi kebebasan pers mendesak White House Correspondents' Association (WHCA) untuk secara tegas menghadapi Presiden Donald Trump dalam jamuan makan malam yang dijadwalkan ulang pada Jumat di Washington, D.

C.

>>> Evolusi Penyimpanan Data Game: Dari Memory Card PS1 hingga Cloud Save

Koalisi yang diorganisir oleh mantan koresponden ABC News Lisa Stark dan produser Ian Cameron mengirimkan surat yang menyoroti eskalasi tindakan pemerintah terhadap wartawan.

Surat itu merujuk pada penghentian mendadak acara asli pada 25 April akibat insiden penembakan di Washington Hilton.

Penyelenggara mengonfirmasi bahwa pertemuan yang dijadwalkan ulang di Waldorf Astoria Hotel akan menerapkan protokol keamanan yang lebih ketat dan daftar tamu yang lebih kecil, seperti dilaporkan Associated Press.

Serangan terhadap Pers Meningkat

Surat tersebut mencatat panggilan pengadilan Departemen Kehakiman baru-baru ini terhadap jurnalis New York Times dan anggota keluarga mereka terkait pelaporan tentang keamanan Air Force One.

Juga disebutkan ancaman Trump untuk mencabut izin siaran ABC dan NBC setelah mereka menolak menayangkan pidato utama.

"Sejak jamuan pertama dibatalkan pada April, Presiden Trump telah meningkatkan serangannya terhadap jurnalis dan organisasi berita," kata Lisa Stark.

"WHCA tidak bisa menormalisasi perilaku ini."

Koalisi mengkritik penyelenggara acara karena menjadi tuan rumah presiden sementara kebebasan pers menghadapi tantangan berkelanjutan.

Surat itu mendesak WHCA untuk dengan tegas membela kebebasan pers di depan presiden, membela jurnalis yang diserang, dan berjanji melawan upaya pemerintah untuk merusak Amandemen Pertama.

Surat itu juga merujuk pada pernyataan sebelumnya dari Presiden WHCA Weijia Jiang tentang misi utama pertemuan tahunan tersebut.