Studi di Jepang: Autofagi Bisa Perbaiki Fungsi Otak yang Hilang
Sebuah studi dari Universitas Tokyo, Jepang, mengungkap bahwa autofagi berpotensi memulihkan fungsi otak yang hilang akibat penyakit neurodegeneratif.
Penelitian yang dipublikasikan di jurnal Science pada 25 Juni 2026 ini dilakukan oleh Tomoya Eguchi dan timnya menggunakan tikus percobaan.
>>> Piala Presiden: Fisik Pemain Persib Siap Hadapi Arema
Temuan ini penting karena selama ini kerusakan fungsi otak akibat penyakit degeneratif dianggap sulit dipulihkan.
Jika terbukti pada manusia, autofagi bisa menjadi dasar terapi baru yang lebih menjanjikan.
Apa Itu Autofagi?
Autofagi adalah proses alami di dalam sel yang berfungsi seperti sistem daur ulang tubuh.
Melalui proses ini, sel memecah protein rusak dan membersihkan komponen abnormal agar kesehatan sel tetap terjaga.
Penyakit neurodegeneratif terjadi ketika protein abnormal menumpuk di sel saraf.
Dalam studi ini, peneliti menggunakan tikus yang proses autofaginya bisa dikendalikan dengan obat.
Saat autofagi dihentikan selama empat minggu, protein abnormal menumpuk dan tikus mengalami penurunan kemampuan motorik, memori, dan belajar.
>>> Eks Bupati Pesawaran Divonis 8 Tahun Penjara Kasus Korupsi
Ketika autofagi diaktifkan kembali, kadar protein abnormal turun dalam empat minggu berikutnya dan fungsi motorik serta kognitif tikus membaik.
Para peneliti menyebut temuan ini sebagai tanda bahwa sel saraf mungkin memiliki kemampuan pulih yang lebih besar dari perkiraan sebelumnya.
Harapan Baru untuk Penyakit Neurodegeneratif
Penyakit seperti ALS, Alzheimer, dan Parkinson selama ini hanya bisa ditangani dengan memperlambat perkembangan, belum ada terapi yang mengembalikan fungsi otak.
Profesor biologi sel Universitas Tokyo, Noboru Mizushima, yang terlibat dalam studi ini, mengatakan temuan tersebut bisa mengarah pada terapi pemulihan saraf meski gejala sudah muncul.
"Kami ingin memastikan apakah pemulihan juga dapat dilihat pada tikus tua dan model penyakit, kemudian mengidentifikasi obat yang dapat meningkatkan aktivitas autofagi pada manusia," ujar Mizushima seperti dikutip The Mainichi.
Autofagi juga bisa dipicu secara alami melalui puasa, pembatasan kalori, diet keto, dan olahraga.
>>> Harga dan Ketersediaan Galaxy Z Fold 8 Ultra, Fold 8, dan Flip 8 di India Resmi Diumumkan
Namun, tidak semua cara aman untuk semua orang. Ibu hamil, menyusui, atau penderita diabetes sebaiknya berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.
Update Terbaru
Matt Damon Belajar Jadi Pemimpin Film dari Robin Williams dan Tom Hanks
Kamis / 23-07-2026, 04:14 WIB
Activision Akui Matchmaking Call of Duty Dulu Lebih Baik, Perbarui Black Ops 7 dengan Sistem Klasik
Kamis / 23-07-2026, 04:14 WIB
Jadwal Pembayaran SSI Agustus 2026 Dimajukan, Cek Tanggalnya
Kamis / 23-07-2026, 04:14 WIB
Mohamed El-Erian Puji Program Rekening Investasi Anak Trump
Kamis / 23-07-2026, 04:14 WIB
Chick-fil-A Peringatkan Pelanggan Setelah Serangan Siber Bocorkan Data
Kamis / 23-07-2026, 04:14 WIB
Tomb Raider King Animated Series Umumkan Pengisi Suara Inggris, Tayang 22 Juli
Kamis / 23-07-2026, 04:11 WIB
Ted Lasso Season 4 Akan Fokus pada Tim Sepak Bola Wanita
Kamis / 23-07-2026, 04:11 WIB
Salvador Perez Samai Rekor Home Run Royals, Kalahkan Giants
Kamis / 23-07-2026, 04:11 WIB
Bikin Farm Otomatis di Minecraft? Ini Triknya Biar Gak Repot Lagi!
Kamis / 23-07-2026, 04:07 WIB
Perubahan eFootball dari Masa ke Masa: Dari PES ke Free-to-Play
Kamis / 23-07-2026, 04:07 WIB
Ilhan Omar Dukung Penangkapan Netanyahu Saat Kunjungan ke AS
Kamis / 23-07-2026, 04:07 WIB
Anggota DPR AS Sebut Wali Kota New York 'Teroris Muslim', Debat Memanas
Kamis / 23-07-2026, 04:07 WIB
BMW Batal Ikut Paris Motor Show 2026, Pilih Pameran Selektif
Kamis / 23-07-2026, 04:07 WIB
Yaman Berupaya Pulihkan Ekspor Minyak di Tengah Blokade Houthi
Kamis / 23-07-2026, 04:07 WIB







