Presiden Yaman, Rashad al-Alimi, menyatakan pemerintahannya akan berupaya memulihkan ekspor minyak pada Senin, 20 Juli 2026.

Upaya ini mendapat dukungan dari Arab Saudi.

>>> Alwi Farhan Alihkan Fokus ke Kejuaraan Dunia usai Gagal di China Open

Al-Alimi mengatakan pemerintah telah menunjukkan tingkat pengendalian dan pengekangan yang tinggi dalam beberapa waktu terakhir.

>>> Surya Paloh Dorong Regenerasi di NasDem, Beri Kesempatan ke Anak Muda

Sementara itu, kelompok Houthi terus menghalangi ekspor minyak dan menegaskan blokade tersebut sebagai bentuk pembalasan atas dugaan provokasi yang dilakukan Arab Saudi.

>>> Purbaya Ungkap Alasan Sering Sidak Perusahaan Swasta