Video Pokemon Fan Game 13 Tahun Lalu Jadi Alasan Penolakan Paten Nintendo
Sebuah video game Pokemon buatan penggemar yang diunggah 13 tahun lalu kini menjadi sorotan setelah digunakan sebagai dasar penolakan paten Nintendo oleh Kantor Paten Jepang (JPO).
Video tersebut memperlihatkan prototipe kasar game bernama Pokemon: Generations, yang dibuat oleh YouTuber JolteonPlays pada Mei 2013.
>>> Pirates Kalahkan Yankees 5-3 di Extra Innings Setelah Comeback
Kini, kolom komentar video itu dibanjiri pujian dari penggemar yang senang melihat kebebasan kreatif menang.
Paten Nintendo Ditolak karena Kurang Langkah Inventif
JPO baru-baru ini mempertahankan penolakan terhadap paten Nintendo yang mencakup "sistem penangkapan monster dalam game".
Paten tersebut terkait dengan gugatan Nintendo terhadap game Palworld, yang dituduh melanggar hak kekayaan intelektual.
Dalam alasan penolakan, JPO menyebut demonstrasi Pokemon: Generations sebagai bukti bahwa ide Nintendo tidak memenuhi syarat "langkah inventif".
Menurut Organisasi Kekayaan Intelektual Dunia, langkah inventif berarti penemuan tersebut tidak boleh terlihat jelas bagi seseorang yang ahli di bidangnya.
>>> Ted Lasso Direncanakan Tiga Musim Lagi, Fokus ke Tim Sepak Bola Wanita
Keputusan ini tidak secara langsung menghentikan kasus Nintendo terhadap Palworld, karena hanya satu paten dalam satu keluarga yang ditolak.
Namun, para penggemar tetap merayakannya. "Kamu menyelamatkan seluruh industri," tulis salah satu komentar teratas.
"Bertahun-tahun kemudian, rekaman ini digunakan JPO untuk menolak klaim paten Nintendo," tambah komentar lain.
Seorang penggemar Jepang berkomentar, "Bahkan JPO pasti berpikir, 'Nintendo, kamu gila...'"
>>> Penggemar Ditangkap Usai Ambil Bola Rekor Salvador Perez
Palworld sendiri telah terjual lebih dari 1,8 juta kopi di Steam, dengan 65% pemainnya berada di platform tersebut.
Update Terbaru
Sudaryono Akui Ada Pelanggaran di Program MBG, Tegaskan Pentingnya Kerja Tim
Kamis / 23-07-2026, 06:41 WIB
Indonesia Bantah Tangkap Aktivis Palestina, Abdul Karim Bukan Ulama
Kamis / 23-07-2026, 06:41 WIB
Tunjangan Guru Kemenag Lulusan PPG 2025 Cair Mulai Pekan Depan
Kamis / 23-07-2026, 06:37 WIB
Sarwendah Cabut dari Rumah Ruben Onsu, Akui Sering Didatangi Debt Collector Malam Hari
Kamis / 23-07-2026, 06:37 WIB
HMD Luncurkan Nokia 123 Shield, Ponsel Fitur Tangguh dengan USB-C dan Baterai 19 Hari
Kamis / 23-07-2026, 06:37 WIB
Review Corsair Clipper Pro Mini 60: Keyboard 60% dengan Harga Terjangkau dan Fitur Lengkap
Kamis / 23-07-2026, 06:26 WIB
Fetterman Kecam Trump soal Klaim Kecurangan Pemilu 2020
Kamis / 23-07-2026, 06:26 WIB
Kevin Feige Ungkap Rencana MCU hingga 2042, X-Men Jadi Inti
Kamis / 23-07-2026, 06:22 WIB
Hasbro Rilis Action Figure The Legend of Zelda Pertama dari Tears of the Kingdom
Kamis / 23-07-2026, 06:22 WIB
Palworld Akan Selalu Bisa Dimainkan, Bukan Live Service
Kamis / 23-07-2026, 06:22 WIB
Trump Hadiri Pemulangan Jenazah Empat Prajurit AS di Tengah Konflik Iran
Kamis / 23-07-2026, 06:21 WIB
Tantangan Hukum terhadap Penyelesaian Capital One Berpotensi Menunda Biaya Bunga
Kamis / 23-07-2026, 06:21 WIB
DPR AS Setujui RUU Pertahanan Rp 1,15 Triliun Terkait UU Pemilih
Kamis / 23-07-2026, 06:21 WIB
Spanyol Juara Piala Dunia 2026, FIFA Umumkan Tim Terbaik Turnamen
Kamis / 23-07-2026, 06:21 WIB







