Nintendo Ubah Total Gameplay Splatoon Raiders karena Tak Terasa Seperti Splatoon
Nintendo mengungkapkan bahwa Splatoon Raiders mengalami perubahan besar dalam gameplay selama pengembangan. Tim pengembang menyimpulkan bahwa desain asli yang berbasis jebakan tidak lagi mencerminkan identitas seri Splatoon.
Informasi ini terungkap dalam Ask the Developer Vol. 22: Splatoon Raiders – Bagian 1.
>>> Mantan Juara WWE Braun Strowman Picu Spekulasi Pemeran Kratos di Serial God of War
Produser Seita Inoue dan direktur Yoshihiko Ito membahas prototipe awal game dan bagaimana akhirnya membentuk game eksklusif Nintendo Switch 2 yang akan dirilis pada 23 Juli 2026.
Alih-alih langsung membuat Splatoon 4, Nintendo memilih membuat spin-off pemain tunggal. Game ini dibangun di atas ide yang diperkenalkan di Salmon Run sambil memperkenalkan sistem gameplay baru.
Gameplay Berbasis Jebakan Ditinggalkan
Menurut direktur Yoshihiko Ito, tim awalnya mengeksplorasi adaptasi Salmon Run menjadi pengalaman solo.
Karena Salmon Run dirancang untuk kerja sama empat pemain, pengembang bereksperimen dengan mekanisme yang memungkinkan satu pemain bertahan dari gelombang Salmonid dengan menempatkan jebakan secara strategis.
Prototipe awal berfungsi seperti game pertahanan basis. Pemain membangun posisi bertahan dan membiarkan jebakan mengeliminasi musuh secara otomatis.
Namun, konsep ini segera menunjukkan masalah besar.
Ito menjelaskan, "Kami membuat prototipe di mana Anda menempatkan banyak jebakan dan menghadapi gelombang Salmonid yang datang.
Namun, semakin kami mengembangkannya, rasanya seperti Anda hanya membangun benteng dengan banyak jebakan dan kemudian menontonnya berjalan. Itu tidak terasa seperti game Splatoon bagi kami."
Produser Seita Inoue menambahkan bahwa ciri khas Splatoon selalu menjadi hubungan langsung antara pemain, gerakan, mekanisme tinta, dan aksi cepat.
"Tetapi dengan jebakan, kami tidak bisa menciptakan kembali perasaan itu," kata Inoue.
Update Terbaru
Uji Akurasi 3 Pelacak Kebugaran: Fitbit, Pixel Watch, dan Whoop
Rabu / 22-07-2026, 23:11 WIB
Samsung Galaxy Z Fold 8 Gratis di AT&T dengan Tukar Tambah Ponsel Tertentu
Rabu / 22-07-2026, 23:11 WIB
Indonesia Targetkan 151.554 Hektare Lahan Kelapa untuk Hilirisasi 2026
Rabu / 22-07-2026, 23:11 WIB
Merek China Dinginkan Asia Tenggara dengan Solusi Lokal
Rabu / 22-07-2026, 23:11 WIB
Vozinha dan Haaland Raih Jutaan Followers Baru Selama Piala Dunia 2026
Rabu / 22-07-2026, 23:11 WIB
Kemenkes Apresiasi CNN Wellnest Festival, Dorong Kesadaran Hidup Sehat
Rabu / 22-07-2026, 23:10 WIB
Hasil China Open 2026: Tampil Buruk di Set 2, Jonatan Lolos 16 Besar
Rabu / 22-07-2026, 23:10 WIB
Purbaya Pastikan Pemerintah Kembali Beri Insentif Motor Listrik Rp5 Juta per Unit
Rabu / 22-07-2026, 23:10 WIB
Firefox 153 Akhirnya Hadirkan Dukungan HDR di Windows
Rabu / 22-07-2026, 23:08 WIB
Gugatan Cher Ditolak, Mary Bono Tak Wajib Bayar Biaya Hukum Rp16 Miliar
Rabu / 22-07-2026, 23:08 WIB
Sahabat Nolan Wells: Dia Tampak Baik-Baik Saja di Horn Island
Rabu / 22-07-2026, 23:07 WIB
Pengemudi Kabur dari Polisi, Loncat dari Jembatan ke Danau
Rabu / 22-07-2026, 23:07 WIB
Krisis Air Bersih Ganggu Layanan Puskesmas Panongan Tangerang
Rabu / 22-07-2026, 23:07 WIB
Pemda DIY: 4 SMA dan Ratusan Siswa Jadi Korban Scam TOEFL saat MPLS
Rabu / 22-07-2026, 23:07 WIB







