Keputusan Sarwendah meninggalkan rumah di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, bersama ketiga anaknya akhirnya terungkap.

Di balik kepindahan tersebut, tersimpan alasan yang jauh lebih serius daripada sekadar ingin memulai hidup baru usai berpisah dari Ruben Onsu.

>>> HMD Luncurkan Nokia 123 Shield, Ponsel Fitur Tangguh dengan USB-C dan Baterai 19 Hari

Kuasa hukum Sarwendah, Chris Sam Siwu, mengungkapkan bahwa rumah yang selama ini ditempati kliennya beberapa kali didatangi orang-orang yang diduga merupakan debt collector.

Situasi itu disebut membuat lingkungan rumah tidak lagi aman, terutama bagi anak-anak.

"Situasi-situasi yang tidak aman seperti ini yang tidak baik bagi anak-anak.

Ada pihak-pihak lain lah yang mencari orang lain yang nggak ada lagi di rumah itu gitu ya," kata Chris Sam Siwu di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (22/7/2026).

Menurut Chris, pihaknya bahkan memiliki bukti rekaman yang memperlihatkan kedatangan sejumlah pria ke rumah tersebut pada 11 Juli lalu.

Sekitar lima orang disebut datang pada malam hari untuk menyampaikan tagihan kepada seseorang yang sudah tidak lagi tinggal di lokasi itu.

"Kami juga bawa nih, ini masih hangat belum lama ya, kira-kira 11 Juli. Diduga debt collector memang datang ke rumah menyampaikan adanya tagihan.

Lebih kurang ada lima orang yang mendatangi jam 21.52 WIB," ujarnya.

Tak hanya itu, Sarwendah juga dikabarkan menerima informasi bahwa rumah tersebut terancam dilelang oleh pihak bank.

>>> Review Corsair Clipper Pro Mini 60: Keyboard 60% dengan Harga Terjangkau dan Fitur Lengkap

Informasi tersebut membuatnya memilih tidak mempertahankan aset yang dinilai berpotensi memunculkan persoalan hukum maupun finansial di kemudian hari.