Industri game digital terus menunjukkan ketahanan di tengah perlambatan sektor teknologi lainnya. Model bisnis berbasis aset digital dan transaksi mikro membuat sektor ini menjadi mesin pertumbuhan baru.

PT Bukalapak. com Tbk melalui entitas MultiRealm Games (MRP) yang menaungi LapakGaming memanfaatkan momentum ini.

>>> Apakah Smartwatch Harus Sesuai Merek HP? Ini 9 Tips Memilih Produk yang Tepat

Sejak memulai ekspansi internasional pada 2024, perusahaan kini mempercepat penetrasi ke berbagai pasar global.

VP of Growth & Marketing MultiRealm Games, Hendi, mengatakan karakter industri game yang borderless memudahkan ekspansi.

"Tantangan terbesar justru ada pada sistem payment dan supply di masing-masing negara," ujarnya dalam Media Gathering di Jakarta, Rabu (22/7/2026).

Amerika Latin dan Eropa Tunjukkan Pertumbuhan Cepat

Meski Asia Tenggara masih menjadi pasar utama, perkembangan bisnis MultiRealm Games justru menunjukkan kejutan dari kawasan lain.

>>> Bukalapak Fokus ke Gaming, Joytify Jadi Senjata Ekspansi Global

Hendi mengungkapkan bahwa pertumbuhan transaksi di Amerika Latin dan negara-negara Barat berkembang lebih cepat dari perkiraan.

"Asia Tenggara masih sangat baik, tetapi yang paling mengejutkan adalah perkembangan di Western market dan Latin America.

Nilai setiap transaksi di sana jauh lebih besar karena purchasing power konsumennya berbeda," jelasnya.

Temuan ini menunjukkan bahwa strategi ekspansi gaming global kini tidak hanya berorientasi pada jumlah pengguna, tetapi juga kualitas nilai transaksi di setiap pasar.

>>> Telkomsel Kantongi 100 MHz Spektrum untuk Percepat Jaringan 5G

Mobile Gaming Tetap Dominan

Di tengah berkembangnya PC gaming dan konsol, MultiRealm Games menilai mobile gaming tetap menjadi tulang punggung industri. Basis pengguna yang besar dan dukungan model microtransaction menjadi faktor utama.