Gempa bumi berkekuatan magnitudo 2,7 terjadi di dekat San Leandro, California, pada Rabu, 22 Juli 2026 pukul 17.52 waktu setempat.

Menurut Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), gempa dangkal ini berpusat di kedalaman 2 mil atau sekitar 3,2 kilometer.

>>> Daftar Jalan Tol yang Disiapkan Jadi Landasan Darurat Pesawat Tempur

Episentrum gempa terletak sekitar 1 mil di utara-timur laut San Leandro, yang berada di Alameda County.

Warga yang merasakan guncangan dapat melaporkan pengalaman mereka melalui formulir USGS Felt Report.

Berdasarkan informasi dari Michigan Tech, gempa dengan magnitudo antara 2,5 hingga 5,4 sering terasa namun jarang menyebabkan kerusakan signifikan.

Sementara itu, gempa di bawah magnitudo 2,5 jarang disadari. USGS memperkirakan sekitar 500.000 gempa terdeteksi setiap tahun di seluruh dunia.

Dari jumlah tersebut, 100.000 di antaranya terasa dan sekitar 100 menyebabkan kerusakan.

Meskipun gempa paling sering terjadi di negara bagian seperti Alaska, California, Hawaii, Oregon, Puerto Riko, dan Washington, guncangan cepat bisa terjadi di mana saja.

>>> Cak Imin Pastikan Presiden Prabowo Hadiri Puncak Harlah PKB Malam Ini

Departemen Keamanan Dalam Negeri AS memperingatkan bahwa gempa dapat memicu bahaya seperti kebakaran, tsunami, tanah longsor, atau longsoran salju.

Otoritas keselamatan merekomendasikan tindakan segera saat terjadi gempa, yaitu menjatuhkan diri, berlindung, dan berpegangan.

"Di mana pun Anda berada, turunlah ke tangan dan lutut serta pegang sesuatu yang kokoh," demikian imbauan pejabat.

Bagi pengguna kursi roda atau alat bantu jalan, pastikan roda terkunci dan tetap duduk hingga guncangan berhenti.

Lindungi kepala dan leher dengan lengan, merangkak di bawah meja kokoh jika memungkinkan, atau bergerak ke dinding interior yang jauh dari jendela.

Setelah gempa utama, waspadai bahaya seperti kerusakan bangunan, kebocoran gas dan air, atau kabel listrik putus.

>>> Krista Exhibitions Laporkan Dugaan Kejanggalan Dokumen Pengalihan Merek

Pejabat mengingatkan agar bersiap menghadapi gempa susulan dan tetap menerapkan prinsip Drop, Cover, and Hold On.