Motor listrik yang dibeli Badan Gizi Nasional (BGN) untuk operasional Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) ternyata tidak cocok digunakan.

Pengadaan ribuan motor ini juga diwarnai mark-up anggaran.

>>> Saksi Bantah Versi Polisi soal Baku Tembak di Madison

Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari, menyatakan bahwa para kepala SPPG sebenarnya tidak membutuhkan kendaraan dinas berupa motor listrik.

Tugas utama mereka adalah pengawasan di dalam unit pelayanan, bukan berkeliling lapangan.

"Sebenarnya tadinya itu kan mau untuk kepala SPPG.

Sebenarnya menurut kami nggak membutuhkan lah, karena fungsi mereka kan sebenarnya lebih kepada pengawasan di dalam situ," ujar Agustina dalam konferensi pers.

Jenis Motor Trail Tidak Cocok untuk Ibu-Ibu

Selain masalah fungsi, jenis motor yang dipesan juga menjadi sorotan. Model yang dibeli adalah motor trail, yang dinilai tidak pas jika digunakan oleh ibu-ibu kepala SPPG.

"Sudah telanjur motor trail loh. Artinya ya mungkin buat ibu-ibu kayaknya nggak cocok ya kalau motor trail," kata Agustina.

>>> Colorado Rapids Hadapi San Diego FC Usai Istirahat Piala Dunia

Ia juga menyoroti aspek logistik dan infrastruktur. Pendistribusian motor listrik harus mempertimbangkan ketersediaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di daerah tujuan.

Nasib Motor Listrik dan Minat Kementerian Lain

Meski bermasalah, motor listrik yang sudah dibeli dengan uang negara akan tetap dimanfaatkan. Namun, tidak semuanya digunakan untuk operasional BGN.

Terkait mark-up anggaran, perhitungan kerugian negara sedang dilakukan. "Mark up-nya nanti akan dimintakan pertanggungjawaban kepada tersangka itu dalam bentuk kerugian negara," jelas Agustina.

Saat ini, tim Presiden Prabowo Subianto tengah mengkaji pemanfaatan motor listrik tersebut.

Beberapa kementerian dan lembaga telah mengajukan diri, seperti Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga), penyuluh pertanian, dan tenaga pengajar.

"Silakan mengajukan, kata Pak Presiden, silakan Kementerian yang kebutuhannya apa, nanti biar dikaji oleh tim dari Presiden sendiri.

>>> Rick Devens Guncang Rumah Big Brother dengan Strategi Agresif

Kalau kami sifatnya nanti mengikuti saja," tutup Agustina.