PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) atau InJourney Airports membukukan pendapatan usaha Rp10,23 triliun pada semester I tahun 2026.

Angka itu meningkat 3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, meskipun ada tekanan geopolitik Timur Tengah sejak akhir kuartal pertama.

>>> Perang Trump Lawan Iran Bikin Sekutu AS Boncos Nyaris Rp896 Triliun

Pendorong utama pendapatan berasal dari pengelolaan bisnis non-aeronautika melalui beautifikasi bandara dan penguatan konsep tenant mixing di area komersial.

Direktur Utama InJourney Airports, Mohammad Rizal Pahlevi, mengatakan transformasi di bawah Danantara membantu perusahaan menjaga pertumbuhan pendapatan di tengah tantangan global.

"Berkat transformasi yang dijalankan di bawah Danantara, InJourney Airports tetap dapat menjaga pertumbuhan pendapatan di tengah tantangan global, khususnya ditopang peningkatan bisnis non-aeronautika," ujar Rizal.

Di sisi bisnis aeronautika, InJourney Airports bersinergi dengan regulator dan pemangku kepentingan untuk meningkatkan pembukaan rute penerbangan internasional.

Upaya itu termasuk dukungan kepada Kementerian Perhubungan dalam pertemuan ASEAN-China Working Group on Regional Air Service Arrangements di Yogyakarta pada 7-9 Juli 2026.

Perusahaan juga berpartisipasi dalam Routes Asia di Xi'an pada 14-16 April 2026 yang menarik minat maskapai asing, terutama dari China dan ASEAN.

InJourney Airports memperkuat bisnis non-aeronautika melalui pengembangan area komersial di Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali sejak tahun lalu.

Di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Terminal 1C hadir dengan konsep shopping arcade yang terbuka bagi penumpang dan masyarakat umum.

>>> Kepala BGN Tak Persoalkan Masalah MBG Viral, Asal Bukan Hoaks

Konsep ini didukung sistem pemeriksaan keamanan desentralisasi, sehingga area komersial dapat diakses sebelum masuk area terbatas di gate keberangkatan.