Fenomena unik terjadi di China di mana pemilik mobil listrik cenderung mengganti kendaraan mereka dalam waktu singkat, bahkan disebut-sebut secepat mengganti ponsel.

Laporan 21st Century Business Herald mengutip data Asosiasi Produsen Otomotif China (CAAM) dan Hejun Consulting menunjukkan rata-rata usia mobil listrik yang beredar di China saat ini hanya 1,8 tahun.

>>> 7 Inspirasi Padu Padan Kebaya Modern untuk Dipakai Sehari-hari

Angka ini sangat kontras dengan mobil bermesin pembakaran internal yang memiliki rata-rata usia pakai 8,2 tahun.

Namun, angka 1,8 tahun tersebut bukan semata-mata karena konsumen sengaja mengganti mobil setiap dua tahun.

Kondisi ini lebih dipengaruhi oleh pesatnya pertumbuhan pasar kendaraan listrik dalam beberapa tahun terakhir.

Sejak 2021, penjualan mobil listrik di China melonjak tajam hingga pada 2026 diperkirakan menguasai sekitar 60% pasar mobil baru.

Akibatnya, sebagian besar unit yang beredar memang masih tergolong baru.

Meski demikian, kecenderungan konsumen untuk lebih cepat berganti mobil listrik juga terlihat dari pola kepemilikan.

Sebuah laporan tahun lalu menunjukkan sekitar 70% pemilik mobil bensin di China mempertahankan kendaraannya lebih dari lima tahun.

Sebaliknya, sekitar 90% pemilik kendaraan energi baru (NEV), termasuk mobil listrik, mengganti mobil mereka dalam kurun waktu kurang dari lima tahun.

Fenomena ini tidak lepas dari karakter mobil listrik yang semakin menyerupai produk teknologi.

Inovasi pada baterai, motor listrik, perangkat lunak, sistem bantuan mengemudi, hingga fitur digital berkembang sangat cepat.

Akibatnya, model yang diluncurkan beberapa tahun lalu dapat terasa tertinggal dibandingkan produk terbaru.

>>> Sheila Dara Ungkap Kisah Emosional di Balik Kebaya dalam Film Jalan Pulang

Selain itu, siklus pengembangan mobil listrik juga jauh lebih singkat dibandingkan kendaraan bermesin bensin.