Tiga warga sipil dilaporkan meninggal dunia akibat dugaan pembunuhan oleh kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, pada Rabu (22/7).

Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto, menyatakan bahwa aparat berhasil mengevakuasi dua korban pada Kamis (23/7).

>>> Kondisi Satwa Kebun Binatang Surabaya Membaik Usai Kasus Korupsi Terbongkar

Keduanya diduga pasangan suami istri bernama Kumis Kogoya dan Seli Wenda, yang merupakan Orang Asli Papua (OAP).

Satu warga sipil lainnya masih dalam proses evakuasi oleh aparat gabungan. Pengejaran terhadap pelaku juga terus dilakukan.

TNI Kecam Kekerasan terhadap Warga Sipil

Tri Purwanto mengutuk keras tindakan OPM yang menargetkan warga sipil tak bersenjata.

>>> Harga Tiket Fase Grup Piala Presiden 2026 Dipukul Rata Rp50 Ribu

"Warga sipil seharusnya dilindungi dan tidak menjadi sasaran tindakan kekerasan dalam kondisi apa pun," ujarnya dalam keterangan tertulis.

Ia juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan berharap proses evakuasi berjalan lancar.

"Kami memohon doa dan dukungan masyarakat agar korban segera dapat diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan secara layak," kata Tri.

>>> Trump Restui Saudi Kembangkan Nuklir, Israel Mulai Khawatir

Masyarakat diimbau tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, dan melaporkan aktivitas mencurigakan kepada aparat. "Partisipasi masyarakat sangat penting dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban di Papua," pungkasnya.