PDIP: Jika TNI-Polri Awasi Pajak, Indonesia Mundur ke Era Kelam
Rencana pelibatan TNI dan Polri dalam pengawasan kepatuhan wajib pajak menuai kritik keras dari Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto.
Menurut Hasto, langkah tersebut berpotensi membawa Indonesia kembali ke praktik kekuasaan masa lalu yang kelam.
>>> Mulyono, Sahabat Jokowi yang Difitnah Calo Tiket, Kini Jadi Saksi Penting
"Peristiwa ketika ABRI ataupun aparatur negara, ya, seperti saat ini TNI dan Polri, untuk dilibatkan di dalam kepentingan-kepentingan kekuasaan tidak boleh terjadi kembali," ujar Hasto di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Selasa (21/7/2026).
Ia menegaskan kesadaran membayar pajak seharusnya dibangun melalui pendekatan sipil, bukan dengan melibatkan aparat militer atau kepolisian.
Kekhawatiran Kembali ke Era Kolonial
Hasto mengingatkan bahwa jika praktik tersebut dibiarkan, Indonesia berisiko mengulang pola yang pernah terjadi pada masa kolonial Belanda.
"Kalau itu terjadi, maka kita mundur ke belakang sebagaimana ditulis oleh Sindhunata dalam buku Ratu Adil: Perjuangan Wong Cilik, ketika masa Hindia Belanda maka pajak itu dikumpulkan dengan menggunakan aparatur negara termasuk menyiksa rakyatnya sendiri," katanya.
>>> Ramalan Zodiak 22 Juli: Cancer Lebih Fokus, Leo Jangan Putus Asa
Ia menambahkan penggunaan elemen militer untuk kepentingan pengumpulan pajak merupakan bentuk penyalahgunaan kekuasaan negara yang tidak bisa dibenarkan.
Hasto juga mengaitkan persoalan ini dengan temuan Komnas HAM mengenai peristiwa Kudatuli pada 27 Juli 1996.
Menurutnya, salah satu temuan penting Komnas HAM adalah adanya campur tangan pemerintah terhadap kedaulatan partai politik yang memicu konflik internal dan keterlibatan aparat negara.
Ia menyinggung penyerangan terhadap kantor PDIP yang sah di bawah kepemimpinan Megawati Soekarnoputri saat itu.
>>> Makna Simbolis di Balik Busana Ngejreng Shakira di Piala Dunia 2026
"Saat itu, ada beberapa personel-personel petinggi dari jajaran ABRI yang datang dan memimpin secara langsung," imbuhnya.
Update Terbaru
Nissan Z Nismo 2027 Hadir dengan Transmisi Manual dan Harga Lebih Mahal
Rabu / 22-07-2026, 09:40 WIB
Laporan: Cadillac Siapkan Penerus CT5-V Blackwing, Nasib V8 dan Manual Masih Misteri
Rabu / 22-07-2026, 09:40 WIB
Wakapolri Tinjau SMA Kemala Taruna Bhayangkara, Lahirkan Generasi Unggul
Rabu / 22-07-2026, 09:40 WIB
Said Abdullah Soroti Rendahnya Rumah Layak Huni di Madura, Baru 71 Persen
Rabu / 22-07-2026, 09:40 WIB
Israel Larang Keluarga Palestina di Tepi Barat Gunakan Kamar Mandi Sendiri
Rabu / 22-07-2026, 09:39 WIB
Personel Satgas Damai Cartenz Tewas Bersimbah Luka di Yahukimo
Rabu / 22-07-2026, 09:39 WIB
Keuntungan Indonesia di Piala AFF 2026: Bisa Lihat Kekuatan Lawan Duluan
Rabu / 22-07-2026, 09:35 WIB
IHSG Dibuka Menguat ke Level 6.390 pada Rabu Pagi
Rabu / 22-07-2026, 09:35 WIB
Mama Khas Banjar Buktikan Integrasi Fintech dan AI Bisa Lipatgandakan Omzet
Rabu / 22-07-2026, 09:35 WIB
TSMC Naikkan Biaya Produksi Chip 10% pada 2027, Harga Gadget Terancam Melonjak
Rabu / 22-07-2026, 09:35 WIB
MLBB x Street Fighter 6 Hadirkan Arena Fighting Ultra Responsif di Land of Dawn
Rabu / 22-07-2026, 09:35 WIB
Tantri Kotak Dipeluk Orang Tak Dikenal Saat Manggung, Ini Kronologinya
Rabu / 22-07-2026, 09:35 WIB
Gemini Cocok dengan Zodiak Apa? Ini 6 Pasangan Paling Serasi
Rabu / 22-07-2026, 09:35 WIB
Cushion Skintific Cocok untuk Kulit Apa? Ini 4 Variannya, Bisa Disesuaikan dengan Jenis Kulit
Rabu / 22-07-2026, 09:34 WIB







