Masalah klasik UMKM di Indonesia, seperti akses permodalan dan ketertinggalan teknologi, kini mulai terpecahkan berkat integrasi fintech dan kecerdasan buatan.

Mama Khas Banjar, sebuah unit usaha oleh-oleh asal Banjarmasin, menjadi contoh nyata bagaimana teknologi dapat mendorong eskalasi bisnis dari skala rumahan menjadi pemain industri kuliner modern.

>>> TSMC Naikkan Biaya Produksi Chip 10% pada 2027, Harga Gadget Terancam Melonjak

Pemilik usaha, Firli Norachim, memanfaatkan GrabModal Mantul by OVO Finansial untuk mengatasi masalah cash flow dan memperlancar pengadaan bahan baku.

Skema pembayaran harian yang terintegrasi dengan omzet dinilai sangat sesuai dengan ritme bisnis retail modern.

"Dengan adanya tambahan modal, kami bisa membeli lebih banyak barang untuk dijual kembali.

Skema pemotongan harian sangat membantu; kami tidak perlu memikirkan cicilan bulanan atau tanggal jatuh tempo secara manual.

>>> MLBB x Street Fighter 6 Hadirkan Arena Fighting Ultra Responsif di Land of Dawn

Kami cukup fokus menjaga penjualan harian," ujar Firli dalam keterangan resmi, Rabu (22/7/2026).

Efisiensi Pembayaran dan Peran AI

Selain permodalan, Mama Khas Banjar juga melakukan migrasi total ke sistem pembayaran QRIS OVO.

Langkah ini menggantikan transaksi tunai yang rawan human error dan memperlambat pembukuan. Kini, setiap transaksi tercatat real-time, memudahkan analisis penjualan harian.

Tidak berhenti di aspek finansial, Firli juga mengadopsi kecerdasan buatan melalui program Kota Masa Depan: Berani Digital untuk merumuskan strategi pengembangan usaha yang lebih akurat.

>>> Xiaomi Pad 9 dan Xiaomi 17 Fold Resmi Kantongi Sertifikasi, Siap Rilis

Hasilnya, kapasitas pengolahan bahan baku meningkat hingga dua ton per bulan dan pasar meluas ke tingkat nasional.