Biaya transaksi atau gas fee di jaringan blockchain sering kali berubah-ubah, membuat pengguna kripto kebingungan. Di tahun 2026, fluktuasi ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor utama.

Memahami penyebabnya dapat membantu Anda memilih waktu transaksi yang lebih efisien dan menghemat biaya.

>>> Cara Cek Status Pencairan Bansos PKH dan BPNT Susulan 2026 dengan Cepat

Lima Faktor Utama Perubahan Gas Fee

Pertama, tingkat kepadatan jaringan. Semakin banyak transaksi yang terjadi, semakin tinggi persaingan untuk masuk ke blok, sehingga gas fee naik.

Kedua, kompleksitas transaksi.

Transaksi yang melibatkan kontrak pintar atau banyak data memerlukan lebih banyak sumber daya komputasi, sehingga biayanya lebih tinggi.

Ketiga, harga token native. Gas fee biasanya dibayar dengan token asli blockchain, seperti ETH di Ethereum.

>>> Rupiah Melemah ke Rp17.932 per Dolar AS Pagi Ini

Jika harga token naik, biaya dalam mata uang fiat juga ikut naik.

Keempat, mekanisme lelang biaya. Pengguna dapat menawar biaya agar transaksi diprioritaskan.

Saat banyak yang menawar tinggi, gas fee rata-rata melonjak.

Kelima, pembaruan protokol. Peningkatan jaringan seperti sharding atau upgrade Ethereum dapat mengubah efisiensi biaya transaksi secara signifikan.

>>> Pria di Cikarang Sekap Pacar 6 Hari, Kini Jadi Tersangka

Dengan mengetahui faktor-faktor ini, pengguna dapat merencanakan transaksi pada saat jaringan sepi atau menggunakan fitur pengaturan gas fee manual untuk menghemat biaya.