Pemerintah Indonesia menyiapkan insentif besar untuk menarik investor ke Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII).

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membenarkan bahwa pelaku usaha jasa keuangan di PFII akan mendapatkan pajak 0 persen selama 50 tahun.

>>> 32.389 Orang Kena PHK di Semester I 2026, Menkeu: Itu Siklus Wajar

"Kita melihat, untuk tahap pertama sepertinya seperti itu. Kita membandingkan dengan praktek bisnis di tempat lain yang sejenis," ujar Purbaya saat dikonfirmasi.

Insentif ini dirancang agar PFII lebih kompetitif dibandingkan pusat keuangan internasional yang sudah mapan seperti Singapura, Hong Kong, dan Dubai.

Menurut Purbaya, Indonesia harus tampil lebih menarik karena masuk paling belakang dalam persaingan global.

"Kita harus lebih menarik sedikit. Kenapa?

Kita kan baru masuknya terakhir. Ini kan kita bersaing dengan Singapura, Hong Kong, Dubai, dan lain-lain," sambungnya.

Tanpa insentif yang lebih menggoda, investor tidak akan punya alasan memilih PFII dibanding pusat keuangan yang sudah ada.

Purbaya menilai seluruh upaya regulasi bersama DPR akan sia-sia jika tidak ada daya tarik nyata bagi investor.

>>> Begal Merajalela di Bandung Raya, Dedi Mulyadi Minta Aparat Bersenjata Ditempatkan di Titik Rawan

"Jadi ada satu pemanis yang seperti menarik, tapi sebenarnya sama aja sih. Ya mesti ada begitu-nya kan dagang, namanya juga dagang," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa proposal ini akan membuat PFII lebih menarik dibandingkan Dubai, Hong Kong, dan Singapura.

Purbaya justru melihat ketidakpastian geopolitik global sebagai peluang emas bagi PFII.

Selama ketidakstabilan dunia berlangsung, permintaan terhadap pusat keuangan alternatif tetap tinggi.

"Saya pikir tadinya ketika perang usai, PFII menjadi susah. Tapi kan kita melihat bahwa ketidakpastian nggak hilang rupanya.

Amerika masih pernah nyerang. Jadi masih itu kan.

>>> Rahasia Awet Muda Shakira di Usia 49, dari Diet hingga Rutinitas Skincare

Jadi ada demand untuk pusat finansial di dunia. Kita ingin memanfaatkan itu," pungkasnya.